Aksi Damai Sumpah Pemuda Digelar Sabtu (28/10) Dukung Perjuangan Palestina

Jakarta, MINA – Melawan serangan Zionis Israel secara brutal di Jalur Gaza Palestina, Ustadz Zaitun Rasmin dan Ustaz Bahtiar Nasir menyerukan kaum muslimin untuk menghadiri ‘Aksi Damai Sumpah Pemuda di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (28/10) besok.

“Gaza Palestina terus digempur secara habis-habisan oleh Zionis Israel. Tak ada titik di bumi Gaza yang dalam pantauan Israel,” kata Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) KH Bachtiar Nasir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/10).

Lanjutnya, setiap area di Jalur Gaza terancam keadaan berbahaya. Setiap bangunan selalu menjadi sasaran. Hingga nyawa begitu mudah melayang.

Ia mengungkapkan, kondisi Palestina yang tidak sedang baik-baik saja. Palestina tengah terancam upaya genosida yang dilakukan penjajah Israel.

Baca Juga:  Mengapa Amerika “Menjaga” Israel?

“Palestina, kemanusiaannya hendak dimusnahkan. Bangsanya sudah dalam kondisi menghadapi genosida. Kemanusiaan dan keadilan sudah lenyap di tanah Palestina,” ujarnya.

“Yang ada adalah penderitaan dan pembantaian. Agama pun sedang diinjak-injak, apa pun agamanya di sana,” ungkap UBN.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Kamis (26/10), mengumumkan bahwa sebanyak 7.028 penduduk Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, termasuk 2.923 anak-anak dan 1.709 perempuan.

“Semua orang tau bahwa saat ini pembantaian yang dilakukan Israel sangat brutal pada bangsa Palestina, tidak ada yang tersisa anak-anak, ibu-ibu mereka bantai dengan sangat brutal. Ini suatu kejahatan yang sangat brutal dan luar biasa, dan didukung oleh oleh sekutu Amerika dan negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman,” kata Ustaz Zaitun.

Baca Juga:  Mantan PM Israel: Kita Harus Akhiri Pertempuran

Ustaz Zaitun Rasmin (UZR) selaku Steering Commitee KIBBM dan sekaligus Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se Asia Tenggara menyerukan kepada anak bangsa Indonesia untuk lawan pembantaian di Palestina.

“Karena itu merupakan kewajiban bagi kita bangsa Indonesia, baik sebagai anak bangsa, apalagi sebagai sebagai muslim untuk memberikan dukungan kepada bangsa Palestina melawan pembantaian Israel, sesungguhnya mereka tidak membutuhkan kita kesana. Tapi perang opini dengan tunjukkan solidaritas bersama,” tegasnya.

Perjuangan rakyat Palestina masih panjang dan penuh pengorbanan, jangan biarkan Gaza sendirian. Meski belum bisa menolong mereka secara langsung. Namun kepeduliaan kita bisa menembus tebalnya tembok raksasa, bak penjara yang mengelilingi Gaza.

“Agar kita bisa mengambil bagian dari perjuangan ini, mari semua utamanya para pengurus masjid, remaja, pemuda dan pemudi Islam. 28 oktober 2023 mengingatkan kita 28 oktober 1928, maka dari itu tagline kita adalah Sumpah Pemuda Indonesia Melawan Pembantaian di Palestina. Hadirilah, bergeraklah, kalian akan menjadi bagian sejarah pembebasan palestina dan melawan keangkamurkaan Israel Zionis laknatullah ‘alaihi,” ajaknya.

Baca Juga:  Presiden Setujui Pemekaran Tiga Kabupaten di Lampung

Hingga detik ini ada sekitar 100 lebih Ormas, Komunitas, DKM dan Organisasi Kepemudaan yang akan hadir, di antaranya MUI, Persis, MIUMI, AQL, DDII, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad Al Islamiyyah, Hidayattullah, KAMMI, AILA, KITA Palestina, Sahabat Al-Aqsa dll.

Dengan target hingga ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk perlawanan atas pembantaian zionis di Palestina. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Wartawan: kurnia

Editor: Widi Kusnadi