Tel Aviv, MINA – Meskipun cuaca dingin, ratusan warga Israel menggelar aksi demontrasi pekan ke-27 di luar kediaman resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, pada Ahad malam (27/12).
Mereka menuntut Netanyahu untuk mundur karena tuduhan kasus korupsi yang sudah berlangsung lama, kantor berita WAFA melaporkannya.
Ratusan orang mengambil bagian dalam aksi tersebut dari mulai pintu masuk utama kota menuju Paris Square, di mana tempat utama para aksi demonstrasi.
Para pengunjuk rasa dilaporkan memegang slogan yang mendesak Netanyahu untuk “Pergi,” dan menyatakan bahwa “Kami tidak akan berhenti memprotes sampai Anda keluar dari hidup kami,” seperti yang dilaporkan oleh media Israel.
Baca Juga: Warga Gaza di Rafah Butuh Bantuan 40.000 Tenda
Protes yang lebih kecil juga terjadi di banyak daerah di negara itu, termasuk di dekat rumah pribadi perdana menteri di Kaisarea dan di plaza, persimpangan jalan, dan jalan layang dekat rumah tersebut.
Beberapa insiden kekerasan terhadap pengunjuk rasa dilaporkan oleh harian Israel. Di Rishon Lezion seorang pria mengancam para demonstran dengan pisau. Di permukiman Giv’at Ada, dekat Kaisarea, pengunjuk rasa mengatakan bahwa mereka diserang oleh beberapa pendukung perdana menteri.
Protes selama berbulan-bulan dimulai musim semi lalu ketika Netanyahu dan saingan utamanya, Benny Gantz, setuju untuk membentuk apa yang mereka sebut pemerintah darurat, berfokus pada pengelolaan kesehatan dan tantangan ekonomi yang berasal dari pandemi virus corona.
Kemitraan mereka telah dilumpuhkan oleh pertikaian, dan berbagai kebijakan penguncian menghantam ekonomi dengan keras, membuat angka pengangguran meroket.
Baca Juga: Israel Akui Jumlah Tentaranya yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Tinggi dari Laporan
Netanyahu telah lama menghadapi tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan menerima suap.(T/R1/B04)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Gaza, Langgar Gencatan Senjata