Aksi Mogok Makan Massal Tahanan Palestina Berakhir

Marwan Barghouti memimpin aksi mogok makan massal tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. (Foto: Flash90)

Ramallah, 1 Ramadhan 1438/ 27 Mei 2017 (MINA) – Aksi mogok makan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, pada Sabtu (27/5) berakhir, setelah kesepakatan dicapai antara Otoritas Tahanan Israel (IPS) dan pemimpin para tahanan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Urusan Tahanan Israel, Issa Qaraqe dan Kepala Masyarakat Tahanan Palestina Qaddoura Fares, demikian Wafa yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Kesepakatan tersebut terjadi setelah 20 jam perundingan antara IPS dan pemimpin Fatah Marwan Barghouti dan pemimpin pemogokan lainnya di penjara Asqalan,” kata Qaraqe.

Pada 17 April, sekitar 1.600 tahanan Palestina di penjara Israel melancarkan aksi mogok makan massal untuk memprotes kondisi kemanusiaan yang dipersulit Saat di penjara Israel dan menuntut perlakuan yang lebih baik.

Sejak saat itu, para tahanan mulai makan hanya dengan air dan garam sebagai satu-satunya sumber makanan mereka.

Dipelopori oleh Barghouti, pemogokan tersebut, yang dikenal luas di kalangan warga Palestina dan masyarakat internasional sebagai pertempuran “Kebebasan dan Martabat” yang diikuti oleh tahanan dari semua faksi politik Palestina.

Tuntutan utama para tahanan mengakhiri penjara isolasi dan dipindahkan ke wilayah pendudukan sesuai dengan Konvensi Jenewa Keempat, yang akan memudahkan keluarga mereka untuk mengunjunginya.

Tahanan juga menuntut peningkatan akses terhadap perawatan medis; Durasi kunjungan meningkat dari 45 menjadi 90 menit; Keluarga tahanan wanita bertemu tanpa pembatas kaca; Perbaikan dalam kondisi penahanan dengan mengurangi pembatasan masuknya buku, pakaian, makanan dan hadiah lainnya dari anggota keluarga; Memulihkan beberapa fasilitas pendidikan; Dan memasang telepon umum untuk memungkinkan narapidana berkomunikasi dengan keluarga mereka.

Warga Palestina di seluruh Tepi Barat telah mendukung dan menunjukkan solidaritas dengan para tahanan sejak awal pemogokan. Mereka mendirikan tenda solidaritas untuk berpartisipasi dalam demonstrasi dan mengumumkan pemogokan umum.(T/R10/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)