Aktivis HAM Israel Serukan Dukungan untuk BDS

Miko Peled aktivis HAM Israel (dok: Anadolu)

Istanbul, MINA – Seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Israel menyerukan boikot negara Israel dan dukungan terhadap Boikot, Divest dan Sanksi (BDS).

Dukungan ini muncul di tengah-tengah tekanan terhadap BDS yang selama ini menyerukan penarikan Israel dari wilayah pendudukan dan kesetaraan penuh untuk warga negara Arab-Palestina di Israel.

“Hampir setiap hari, rumah-rumah di Kota Tua Yerusalem, di Kawasan Muslim, diambil oleh pemukim (Israel),” kata Miko Peled, aktivis HAM Israel dan penulis buku “Putra Jenderal Tentara Israel: Perjalanan seorang Israel di Palestina”, seperti dikutip dari Wafa, Ahad (26/5).

“Kecuali kita bertindak, keberhasilan mereka tidak akan terus berlanjut,” kata Peled saat seminar di Istanbul pada Jumat (25/5).

Seminar, yang diadakan oleh Pusat Islam dan Urusan Global (CIGA) di Istanbul Sabahattin Zaim University, berjudul “Kesepakatan Abad dan Nasib Yerusalem: Bagaimana Trump dan Netanyahu berencana untuk melemahkan orang-orang Arab dan Muslim di Kota Suci”.

“Kita perlu mulai membayangkan suatu hari ketika kita tidak akan melihat kubah emas di kota tua Yerusalem. Kita harus memiliki itu dalam pikiran kita,” tegasnya, menyerukan untuk mengambil tindakan terhadap pelanggaran Israel.

Ia ingat, lebih dari 30.000 orang Yahudi Israel memasuki Masjid Al-Aqsa tahun lalu untuk menghasut, menghadirkan diri mereka sebagai penguasa baru.

“Niat mereka benar-benar jelas untuk menghancurkan apa yang ada saat ini di tempat suci di Yerusalem. Sebaliknya, mereka ingin membangun sebuah kuil Yahudi,” katanya.

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dihormati oleh umat Islam sebagai situs suci ketiga umat muslim di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Kuil Gunung”, mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara abadi dan tak terbagi. (T/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)