Aktivis HAM Yordania Kembalikan Penghargaan dari AS karena AS Dukung Genosida di Gaza

Amman, MINA – Pengacara Hak Asasi Manusia Yordania Hadeel Abdel Aziz telah mengembalikan Penghargaan “Wanita Berani Internasional” yang diberikan kepadanya oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat beberapa bulan lalu.

Pengembalian ini sebagai protes atas dukungan Amerika terhadap pembantaian Zionis Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Abdel Aziz mengumumkan keputusan ini dengan mengatakan pihaknya telah memberi tahu kedutaan Amerika Serikat di Amman melalui surat resmi dikirim Senin (13/11).

Ia mengembalikan penghargaan tersebut, karena “tidak mewakili keberanian dan keadilan.” demikian Middle East Monitor.

Pada Maret, Departemen Luar Negeri mengumumkan Abdel Aziz akan menerima penghargaan tersebut pada sebuah upacara dihadiri Menteri Luar Negeri Antony dan Ibu Negara Jill Biden di Gedung Putih, atas “perannya dalam bidang pembelaan HAM di Yordania”, dan untuk menjadi “pembela garis depan bagi kelompok paling terpinggirkan di Yordania, termasuk remaja, pengungsi, migran, dan penyintas kekerasan seksual dan berbasis gender.”

Baca Juga:  Pemukim Ekstrimis Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Departemen Luar Negeri mencatat bahwa Abdel Aziz, pendiri dan direktur Pusat Bantuan Hukum Keadilan (JCLA), telah menunjukkan, selama lebih dari satu dekade kepemimpinannya, keberanian dalam menyajikan visi yang jelas tentang bagaimana sistem peradilan yang lebih adil dapat terwujud. memperkuat Yordania.

Sementara Zionis Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza selama 39 hari berturut-turut, dengan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari AS. Politisi, kelompok hak asasi manusia dan akademisi telah memperingatkan bahwa Israel melakukan Genosida di Gaza dan memusnahkan warga Palestina dari Jalur Gaza.

Lebih dari ribuan warga Palestina telah terbunuh, sementara ratusan lainnya berisiko meninggal karena persediaan bahan bakar habis dan peralatan medis yang menyelamatkan jiwa terpaksa ditutup. Dalam semalam Israel mengubah sebagian kompleks medis terbesar di Gaza menjadi sasaran rudal. (T/R4/P1)

Baca Juga:  UNRWA: 69 Persen Sekolah di Gaza Tampung Pengungsi Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ismet Rauf