Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivis Israel Ganggu Aksi Mogok Makan Tahanan Palestina dengan Pesta Barbeku

Syauqi S - Jumat, 21 April 2017 - 14:18 WIB

Jumat, 21 April 2017 - 14:18 WIB

303 Views ㅤ

Tentara Israel berpatroli di Universitas Birzeit, di pinggiran kota Ramallah di Tepi Barat dalam sebuah operasi pada 19 Juni 2014. (Foto: World Bulletin)

Ramallah, 24 Rajab 1428/21 April 2017 (MINA) – Sejumlah aktivis sayap kanan Israel pada Kamis (20/4) mengadakan pesta memanggang daging (barbeku) di luar penjara Israel tempat tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan.

Televisi Israel Channel 7 melaporkan, anggota sayap pemuda Partai Uni Nasional mengadakan barbeku di pintu masuk pusat penahanan Ofer di dekat Kota Ramallah di Tepi Barat, Palestina.

“Pesta barbeku berlangsung selama 45 menit sebelum polisi menghentikan acara tersebut,” Channel 7 melaporkannya.

Menurut penyiar, acara tersebut diadakan untuk mematahkan semangat pejuang Palestina dan mendesak otoritas Israel untuk tidak menyerah pada keinginan mereka.

Baca Juga: Satu-satunya Dokter Ortopedi di Gaza Utara Syahid Akibat Serangan Israel

Pada hari Senin, lebih dari 1.500 tahanan Palestina – banyak dari mereka yang mendekam di Penjara Ofer – memulai aksi mogok makan terbuka untuk memprotes kebijakan penahanan Israel.

Peserta dalam aksi tersebut, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina, menuntut akses perawatan medis yang lebih baik dan perawatan yang lebih baik untuk narapidana wanita.

Ada sekitar 6.500 warga Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara di seluruh Israel, menurut angka yang dikeluarkan Palestina.

Di hari yang sama, saat pesta barbekyu berlangsung ratusan pemuda Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di dekat Penjara Ofer.

Baca Juga: Paraguay Resmi Kembalikan Kedutaannya di Tel Aviv ke Yerusalem

Tentara Israel menggunakan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam untuk membubarkan puluhan warga Palestina yang berkumpul di daerah tersebut untuk menunjukkan solidaritas dengan aksi mogok makan.

Menurut sumber medis Palestina, sebanyak 20 warga Palestina menderita asfiksia (sesak nafas) karena penggunaan gas air mata yang berlebihan oleh tentara Israel. (R11)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Abu Ubaidah Serukan Perlawanan Lebih Intensif di Tepi Barat

Rekomendasi untuk Anda