AKTIVIS KEMANUSIAAN GELAR AKSI PROTES DUKUNGAN INGGRIS UNTUK MILITER ISRAEL

(Foto: Electronyc Intifada)
Para aktivis kampanye solidaritas Palestina berhasil menutup pabrik anak perusahaan Elbit Systems, Instro Presisi di Broadstairs, Kent, Inggris, dengan menggelar aksi protes di atap pabrik, Senin (6/7). (Foto: Electronyc Intifada)

London, 20 Ramadhan 1436/7 Juli 2015 (MINA) – Aktivis kemanusiaan di Inggris dan Australia menggelar aksi protes di kantor pusat dan pabrik senjata Elbit Systems, Senin (6/7), untuk memperingati satu tahun serangan Israel di Gaza yang menggunakan drone (pesawat tanpa awak) disediakan perusahaan milik Israel berbasis di Inggris itu.

Mereka telah memperbarui kampanye mereka di media sosial Facebook dan Twitter dengan menggunakan hashtag #Stop Arming Israel (Hentikan Mempersenjatai IIsrael), demikian Palestine News Network (PNN) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Sebuah kampanye terkoordinasi berlangsung hari ini di Inggris dan di Melbourne Australia untuk membawa perhatian keterlibatan pemerintah Inggris dalam pendanaan militer Israel dan dukungan secara implisit selama serangan Israel di Gaza musim panas lalu.

Di Inggris, aktivis berhasil menutup pabrik-pabrik yang dimiliki perusahaan senjata terbesar Israel itu dan anak perusahaannya di Staffordshire dan Kent, sementara di Australia aktivis menggelar aksi protes di Melbourne.

Ratusan aktivis kampanye solidaritas Palestina berhasil menduduki pabrik Elbyt Systems di Shenstone, Staffordshire dan Tamworth, Staffordshire, sejak dini hari. Mereka memblokir jalan dan pintu masuk menuju pabrik.

Para aktivis juga berhasil menutup pabrik anak perusahaan Elbit Systems, Instro Presisi di Broadstairs, Kent, dengan menggelar aksi protes di atap pabrik.

Polisi berupaya mengamankan aksi protes tersebut. Menurut laporan Electronic  Intifada, polisi setidaknya melakukan penangkapan terhadap 10 aktivis.

Elbit Systems Ltd adalah produsen pertahanan elektronik dan integrator. Didirikan pada tahun 1967, dan berbasis di Haifa, Israel, Elbit mempekerjakan 11.000 orang di seluruh dunia.

Menurut siaran pers dari Aksi London Palestina, Instro Presisi, anak perusahaan Elbit Systems, yang membuat pesawat tanpa awak digunakan untuk membunuh warga sipil Palestina di Gaza.”

Lembaga kemanusiaan itu menambahkan, sistem optik dan kamera seperti yang dibuat di pabrik Instro juga dibuat Elbit untuk digunakan dalam drone yang diterbangkan di atas wilayah Afghanistan, serta di tembok pemisah Israel.

Elbit Systems memasok 85% dari drone yang digunakan militer Israel dan perusahaan tersebut menaikkan harga saham pada Juli 2014 lalu.

Harian The Independent melaporkan , Kamis (3/7), Israel telah menggunakan persenjataan Inggris selama serangan di Gaza musim panas lalu yang mengakibatkan sekitar 2.200 warga Palestina meninggal dunia di mana sebagian besarnya merupakan warga sipil, juga 11.000 lainnya luka-luka.

Pemerintah Inggris melakukan ekspor senjata senilai empat juta pound untuk Israel dalam tiga bulan antara akhir serangan Israel ke Gaza pada Agustus dan pada akhir Desember.

Dalam enam bulan menjelang konflik, Inggris mengekspor senjata ke Israel hingga hampir bernilai  tujuh miliar Pound, menurut laporan Independent.

David Wearing, seorang peneliti dari Universitas London, mengatakan, kelanjutan dari penjualan senjata merupakan bentuk dukungan politik serta material dari Inggris ke Israel terlepasa adanya pembangunan ‘dinding apartheid ‘ di wilayah Palestina, perluasan permukiman ilegal Israel di sana dan blokade Gaza yang sedang berlangsung.”

Anggota Parlemen Inggris dari Partai Hijau Caroline Lucas, selama konflik tahun lalu,  juga mendukung aksi boikot mengirimkan senjata Inggris ke Israel.

“Kita perlu embargo senjata mendesak untuk Israel sekarang juga,” tegas Caroline.

Aksi protes pabrik senjata Israel di Inggris merupakan bagian dari kampanye internasional Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) dan Stop Arming ‘Israel’ Campaign yang bertujuan untuk menekan Inggris agar berhenti bekerja sama dengan industri persenjataan Israel.

Beberapa kelompok solidaritas yang sudah menyatakan bergabung dengan aksi itu adalah Boycott ‘Israel’ Network, NUS Black Students Campaign, West Midlands PSC, Drone Campaign Network, Coventry Friends of Palestine, Smash EDO, Manchester Palestine Action, Glasgow Palestine Action, Campaign Against Arms Trade, Stop The Arms Fair coalition, War on Want, dan London Palestine Action.(T/R05/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0