Aktivis Pro-Palestina di Inggris “Duduki” Pabrik Pengimpor Senjata ke Israel

Aktivis dari jaringan Aksi Palestina yang berbasis di Inggris "menduduki" pabrik Teledyne milik AS di West Yorkshire, Inggris. (Foto: TRT World)

London, MINA – Aktivis dari jaringan Aksi Palestina () yang berbasis di telah berhasil “menduduki” pabrik milik Amerika Serikat (AS) di West Yorkshire, Inggris karena pabrik tersebut “memproduksi komponen” untuk militer Israel.

Rekaman dari organisasi kemanusiaan itu menunjukkan bahwa seorang aktivis, naik ke atap, merusaknya dengan palu dan meneriakkan, “Untuk kelaparan yang dipaksakan, untuk , untuk pemerkosaan massal terhadap perempuan, untuk pemboman gereja, untuk pemboman masjid,” merujuk pada ke Israel yang dilakukan pabrik Teledyne.

Rekaman terpisah menunjukkan aktivis lain memecahkan jendela dan merusak atap situs Teledyne Defense and Space, diberitakan TRT World, Selasa (2/3).

Para pengunjuk rasa kemudian mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan, “Bebaskan Palestina” di atap.

“(Teledyne) melanggar keamanan, para aktivis memanjat pabrik untuk mengambil alih atap, memaksa pabrik tersebut ditutup dan membuat pabrik tersebut tidak dapat memenuhi pengiriman suku cadang senjata untuk digunakan dalam genosida di Gaza,” kata Palestine Action dalam sebuah pernyataan.

Organisasi kemanusiaan itu menyebut, Teledyne and Space diberikan setidaknya 86 izin untuk ekspor senjata ke Israel dari tahun 2009 hingga 2014 dan mencatat bahwa berdasarkan volume izin yang diberikan, Teledyne adalah eksportir persenjataan terbesar dari Inggris ke Israel.

“Sebagian besar dari hampir 200 izin ekspor senjata dan suku cadang perusahaan tersebut ke AS pada tahun 2009-2020, juga akan menjadi produk jadi yang pada akhirnya akan diekspor ke Israel,” kata Palestine Action.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa Teledyne memproduksi suku cadang, termasuk filter dan rakitan multi-fungsi, untuk UAV, pesawat terbang dan sistem radar, termasuk tipe AN/APG-81 (AESA) yang dipasang pada jet tempur Loc kheed Martin F-35.

“Teledyne, perusahaan induknya, juga memproduksi sensor gambar untuk aplikasi militer dan teknologi radar di sekitar perbatasan Tepi Barat yang dijajah dan Gaza yang diblokade, serta menyediakan UAV bersenjata ke Israel sejak tahun 1973,” tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya Palestine Action menyerang situs Teledyne. Komunitas ini pernah membongkar pabrik Teledyne Labtech di Presteigne, Wales pada tahun 2022, menyebabkan kerugian $1,3 juta. (T/Ai/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Arina Islami

Editor: Rana Setiawan

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.