Aktivis pro-Palestina di Inggris Rusak Gambar Menlu Arthur Balfour

Aktivis pro-Palestina rusak lukisan Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, di Cambridge University, pada Jumat 8 Maret 2024.

Gaza, MINA – Sebuah lukisan bergambar Menteri Luar Negeri Inggris dicat dan disilet oleh seorang aktivis pro- di Inggris.

Lukisan Balfour yang ada di Cambridge University sengaja dirusak aktivis tersebut, Jumat (8/3), sebagai bentuk protes agresi brutal rezim Israel di Gaza yang masih berlangsung saat ini. Dikutip dari Al Jazeera.

Sebuah video yang diunggah di media sosial oleh kelompok demonstran, memperlihatkan seorang wanita menyemprotkan cat merah pada potret Balfour itu.

Ia juga tampak beberapa kali menyilet lukisan. Aksi tersebut termasuk serangkaian protes dilakukan para aktivis pro-Palestina terhadap perang di Gaza.

Saat menjabat sebagai Menlu Inggris, Balfour mencetuskan deklarasi pada 1917, yang kemudian menyebabkan warga Palestina terusir dari tanah airnya sendiri setelah kedatangan kaum Yahudi.

Deklarasi itu bermula dari surat yang ditulisnya untuk tokoh komunitas Yahudi, Lionel Walter Rothschild, pada 2 November 1917.

Dalam surat yang kemudian dikenal dengan nama Deklarasi Balfour itu, berisikan soal kekuatan Eropa yang menjanjikan gerakan Zionis sebuah negara, di mana lebih dari 90 persen penduduknya adalah asli Arab Palestina.

Setelah mandat Inggris dibentuk pada 1923 dan berlangsung sampai 1948, Inggris memfasilitasi imigrasi massal kaum Yahudi yang kebanyakan melarikan diri dari Nazisme di Eropa.

Deklarasi Balfour itu berujung pada tragedi Nakba atau bencana dalam bahasa Arab di Palestina, pada 1948.

Saat itu, diperkirakan ada 15 ribu warga Palestina yang terbunuh karena mermpertahankan tanah air mereka.

Sementara, 750 warga Palestina lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Warga Palestina di Gaza kembali menjadi korban serangan Israel buntut Operasi Banjir Al-Aqsa kelompok perlawanan di Gaza sebagai upaya mempertahankan tanah mereka.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan setidaknya 30.878 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, sementara 72.402 lainnya terluka. (T/R4/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)