Aktivis Solidaritas Palestina AS Protes Menentang Kunjungan Bennett

Washington, MINA – Puluhan aktivis solidaritas pembela hak-hak Palestina berkumpul di dekat Gedung Putih pada Kamis (26/8) memprotes kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett ke Washington.

Mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan menentang pendudukan, para demonstran meminta Presiden Joe Biden mewujudkan janji kampanyenya memajukan hak asasi manusia secara global. Al Jazeera melaporkan.

Biden dijadwalkan bertemu Bennett pada Kamis 11:30 (15:30 GMT). Namun pembicaraan bilateral dipindahkan ke Jumat ketika Gedung Putih mengalihkan perhatiannya ke situasi di Kabul, dengan adanya dua ledakan menewaskan dan melukai orang di luar bandara.

“AS mengirimkan pesan tanggung jawab moral, tetapi kemudian mereka tidak melakukan apa pun ketika Israel melakukan kekerasan terhadap warga Palestina,” ujar Yousef Abdelfattah, seorang pengunjuk rasa berusia 24 tahun.

Para aktivis mengecam upaya Israel yang secara paksa menggusur keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem dan blokade di Gaza.

Laura Albast, seorang aktivis Gerakan Pemuda Palestina, salah satu kelompok yang mengorganisir protes, mengatakan Biden telah gagal memenuhi janjinya untuk melakukan kebijakan luar negeri yang berpusat pada hak asasi manusia.

Bennett mengatakan awal pekan ini bahwa pemerintahnya tidak akan melanjutkan rencana mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan awal pekan ini bahwa Biden akan mempromosikan solusi dua negara dalam pembicaraannya dengan Bennett.

Pada protes itu, Nihad Awad, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), sebuah kelompok advokasi, mengatakan dengan menjamu Bennett, Biden mengecewakan para pemilih yang memilih dia.

“Saya mengingatkan Presiden Joe Biden hari ini, dia melanggar janjinya bahwa dia akan menghormati dan mempromosikan dan membela hak asasi manusia. Keadilan bagi orang-orang di sini tidak berbeda dengan keadilan bagi orang-orang di Palestina,” kata Awad. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)