Akun Twitter Dubes AS untuk Israel Sempat Diubah Jadi “Duta Besar AS untuk Israel, Tepi Barat dan Gaza”

Yerussalem, MINA – Akun Twitter resmi Duta Besar AS untuk Israel beberapa saat mengalami perubahan menjadi “Duta Besar AS untuk Israel, Tepi Barat dan Gaza” setelah pelantikan Presiden Joe Biden, Rabu (20/1).

Namun perubahan akun tersebut dengan cepat diubah kembali menjadi “Duta Besar AS untuk Israel”, MEMO melaporkan, Kamis (21/1).

Ditanya apakah perubahan singkat ini menunjukkan bahwa perubahan dalam kebijakan luar negeri Amerika dapat diharapkan di bawah Biden, seorang juru bicara kedutaan mengatakan: “Ini bukan perubahan kebijakan atau indikasi perubahan kebijakan di masa depan. Itu adalah pengeditan yang tidak disengaja, dan tidak mencerminkan kebijakan perubahan.”

Di hari pertamanya menjabat, Biden membalikkan sejumlah kebijakan era Trump, termasuk “larangan perjalanan Muslim” yang kontroversial. Namun, ada indikasi bahwa dia tidak akan membatalkan perubahan paling kontroversial yang dilakukan oleh pendahulunya, seperti relokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem yang diduduki.

Biden mungkin diklaim lebih adil daripada Trump. Ada pembicaraan bahwa presiden baru itu akan membuka kembali Konsulat Jenderal AS di Yerusalem Timur yang diduduki untuk bertindak sebagai “kedutaan” bagi Palestina, dan juga akan mengembalikan bantuan AS.

Hubungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Biden diprediksi akan tegang mengingat sejarah mereka. Biden dipermalukan selama perjalanan ke Yerusalem pada tahun 2010 ketika dia menjadi Wakil Presiden di bawah Barack Obama.

Sebagai pendukung pro-Israel, Biden tiba di Yerusalem dengan instruksi dari Obama untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel. Netanyahu dengan enggan menyetujui moratorium sementara ekspansi permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Namun, ketika Biden berjanji untuk memberikan dukungan AS yang pantang menyerah untuk Israel, Netanyahu meluncurkan perluasan besar perumahan pemukim di tanah Palestina di Yerusalem Timur Arab yang diduduki yang dianeksasi oleh Israel.

Dalam apa yang bisa menjadi pesan kepada Presiden Biden yang sekarang, pemerintah Israel menyetujui pembangunan 2.572 unit permukiman baru di Yerusalem yang diduduki dan Tepi Barat bersamaan dengan pelantikannya pada Rabu (20/1) kemarin. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)