Ketua AWG Lampung: Al-Aqsa Tidak Butuh Kita, Kita yang Butuh Al-Aqsa

Lampung Selatan, MINA – “Jangan berfikir bahwa Al-Aqsa membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan Al-Aqsa.”

Demikianlah yang disampaikan Ketua Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung, Rustam Effendi saat memberikan tausiyah pada Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An-Nubuwwah, Kompleks Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Kab. Lampung Selatan, Jumat (21/2) bakda shalat subuh.

Ia menjelaskan, Masjid Al-Aqsa merupakan masjid yang Allah sebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Isra’ ayat pertama.

“Maka dari itu kita punya kewajiban untuk terus membebaskan Masjid Al-Aqsa dari cengkraman Zionis Yahudi laknatullah (yang dilaknat Allah),” ujarnya.

Saat ini, Al-Quds (Yerusalem) dan Al-Aqsa sedang dipertaruhkan dengan adanya proposal Trump, yang disebut “Deal of Century” atau Kesepakatan Abad Ini, yang isi proposal tersebut pada intinya adalah ingin merebut Masjid Al-Aqsa dari pangkuan kaum Muslimin.

“Al-Aqsa ini merupakan titipan Allah kepada umat Islam seluruh dunia, kalau kita tidak bisa membela secara langsung terhadap Masjid Al-Aqsa, maka gerakan ini adalah salah satu upaya dalam pembebasan Masjid Al-Aqsa,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Zionis Yahudi itu akan takut dan lemah apabila shalat subuhnya umat Islam ramainya seperti shalat Jumat.

“Maka sekuat apa pun mereka, yakinlah, Allah sedang memberikan kita kesempatan untuk membela agama Allah, membela kiblat pertama umat Islam,” katanya.

“Seperti halnya China, yang semula mengklain dirinya kuat, tidak ada yang bisa mengalahkan kehebatan ilmu pengetahuannya, teknologi dan sebagainya. Tapi Allah tunjukkan kebesaran-Nya, Ia turunkan virus corona, sehingga mereka tak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Maka dari itu, Rustam meyakinkan kepada jamaah shalat subuh bahwa Allah mudah saja membebaskan Masjid Al-Aqsa, lalu mengapa belum juga Allah kembalikan Al-Aqsa ke pangkuan kaum Muslimin.

“Karena Allah melihat kita, pantaskah kita berperan sebagai pembebas Masjid Al-Aqsa, maka mari kita pantaskan diri untuk bisa membebaskan masjid yang Allah muliakan tersebut, karena ini merupakan kesempatan kita untuk meraih keridaan Allah kepada kita,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, apabila mereka meninggalkan Al-Aqsa, maka umat Islam yang akan rugi, bukan Al-Aqsa.

“Perlu diketahui bahwa membebaskan Masjid Al-Aqsa adalah perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita umat Islam, maka jangan pergi, jika kita pergi, maka rugi besar kita,” jelasnya.

Gerakan Shubuh Berjamaah ini merupakan salah satu upaya dalam pembebasan Masjid Al-Aqsa yang diiniasi oleh para tokoh-tokoh Palestina, khusunya oleh Imaam Masjid Al-Aqsha. Gerakan ini juga sebagai bentuk penolakan terhadap proposal Trump, “Deal of Century“. (L/R12/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA).