Al-Batsy: Internasional Mulai Bergerak Ringankan Blokade Gaza

Gaza, MINA  – Komite Nasional Great March of Return dan pencabutan blokade menegaskan, pergerakan internasional untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza, merupakan buah dari aksi protes di perbatasan serta pengorbanan para syuhada dan korban luka.

Great March of Return adalah aksi protes yang dilakukan rakyat Palestina di Gaza sejak 30 Maret 2018 yang menuntut Israel membuka blokade dan mengembalikan tanah orangtua mereka yang dirampas sejak tahun 1948. Aksi protes terjadi setiap hari dan setiap Jumat menjadi puncak aksi pekanannya.

Khalid Al-Batsy, Koordinator Komite mengatakan dalam konferensi pers di akhir aksi Jumat (2/11), rakyat Palestina akan menggugurkan Deklarasi Balfour di kemah Great March of Return di Gaza Timur.

“Dihadiri delegasi keamanan Mesir, Great March of Return telah mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat dan forum internasional bahwa Palestina terus berjuang untuk mengakhiri blokade, menolak menyerah dalam kehinaan dan kalah,” katanya, sebagaimana dikutip dari Palinfo.

Pergerakan internasional untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina di Gaza merupakan salah satu hasil yang dicapai aksi tersebut, pengorbanan warga yang gugur lebih dari 200 jiwa dan korban luka yang lebih 22.000 orang.

Menurut Al-Batsyi, aksi protes yang diluncurkan sejak tujuh bulan lalu itu telah mengokohkan semangat perjuangan dan akan terus berlanjut untuk merebut hak-hak nasional, dengan meminimalisir kerugian dan dampak negatif, memperkuat hal-hal positif untuk meraih tujuan, darah rakyat Palestina tak akan dibiarkan tumpah di tangan bangsa Yahudi.

Ditegaskannya bahwa Great March of Return akan terus berlanjut dan di fase mendatang lebih kuat dengan dukungan elemen Palestina secara luas, untuk meraih tujuan sesuai konstitusi bangsa Palestina.

Menurutnya, dengan kesadaran penuh, rakyat mampu menggagalkan semua langkah penjajah dan sekutunya yang hendak menghentikan perjuangan Palestina.

Warga Palestina di Gaza hadir pada aksi Jumat ke-32 dengan slogan “Rakyat Palestina Gagalkan Perjanjian Palsu Balfour”.

Aksi hari ini bertepatan dengan peringatan tahunan ke-101 “Perjanjian Balfour”, ketika Inggris berjanji mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina.

Militer Israel telah merespon aksi dengan tindakan represif, menembakan peluru tajam dan gas beracun, yang menewaskan 226 demonstran, termasuk 10 korban jenazahnya masih ditahan dan tak tercatat dalam daftar korban di Kementerian Kesehatan Palestina, sementara korban luka mencapai 22 ribu orang lebih, termasuk 500 luka parah. (T/RS3/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)