Al-Kautsar Nikmat Yang Banyak (Oleh: Ali Farkhan Tsani)

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA, Da’i Pesantren Al-Fatah Bogor

 

Ada nama surat di dalam Al-Quran yang akrab kita kenal. Di samping surat ini tergolong pendek, hanya tiga ayat. Juga seringkali kita baca di dalam shalat. Terutama pada shalat sunah. Yaitu Surat Al-Kautsar.

Nama Al-Kautsar itu sendiri, diambil dari ayat yang pertama :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”

Di sini ada kata “Al-Kutsar”, yang diartikan secara umum sebagai nikmat yang banyak.

Ada pula pengertian secara khusus bahwa Al-Kautsar artinya adalah telaga di surga yang dijanjikan kepada Nabi dan umatnya yang taat. Namun, ini juga tidak bertentangan, sebab telaga di surga pun bagian dari nikmat yang banyak.

Ini seperti penjelasan Ibnu Abbas bahwa Al-Kautsar adalah telaga yang berada di tengah-tengah surga yang dikelilingi oleh mutiara dan permata, serta dilengkapi para  bidadari yang cantik menawan serta pembantu-pembantu yang melayani kebutuhan penghuninya.

Makna lain dari Al-Kautsar diuraikan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah, yang merinci menjadi 6 (enam) pendapat mengenai makna Al-Kautsar, yaitu:

  1. Telaga sungai di surga.
  2. Kebaikan yang banyak yang diberikan pada Nabi.
  3. Ilmu dan Al Qur’an.
  4. Nubuwwah (kenabian).
  5. Banyaknya pengikut dan umat Nabi.
  6. Telaga di syurga khusus untuk Nabi, yang juga banyak dikunjungi umatnya kelak.

Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali bahkan menjelaskannya lebih banyak lagi pengertian Al-Kautsar, yaitu ada 17 (tujuh belas):

  1. Sungai di surga.
  2. Telaga Nabi di Mahsyar.
  3. Kenabian dan kitab suci.
  4. Al-Quran.
  5. Al-Islam.
  6. Kemudahan memahami Al-Quran dan aturan syariat.
  7. Banyaknya sahabat, ummat dan kelompok pembela Nabi.
  8. Pengutamaan Nabi di atas orang lain.
  9. Meninggikan sebutan Nabi.
  10. Sebuah cahaya iman di hati Nabi.
  11. Syafaat Nabi.
  12. Mukjizat-mukjizat Allah kepada nabi.
  13. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah.
  14. Pemahaman terhadap agama Islam.
  15. Salat lima waktu.
  16. Perkara yang agung.
  17. Kebaikan yang merata yang Allah berikan kepada Nabi.

Kesemuanya masih dalam rangkaian nikmat yang banyak. Sehingga dengan semua pengertian itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak perlu bersedih atas meninggalnya putera-puteranya, tidak perlu lemah atas ejekan orang-orang kafir, serta tidak termasuk orang yang terputus.

Justru orang-orang kafirlah yang terputus dari kebaikan-kebaikan Allah.

Sebagai wujud dari rasa syukur itulah, maka kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah Qurban pada kesempatan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, dan hari-hari tasyrik sesudahnya, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Begitu banyak nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita. Mulai dari nikmat kesehatan masa virus corona, pekerjaan di tengah pandemi, keluarga yang taat, dan sebagainya. Wabil khusus nikmat iman dan Islam, serta selalu dalam bimbingan Allah.

Semoga kita dapat mentaburinya dan mengamalkannya. Aamiin. (A/RS2/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)