Al-Quran Solusi Atasi Masalah Kesehatan

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Sebuah wabah yang membuat perubahan tatanan kehidupan, korban jiwa berjatuhan, muncul ketidakpastian dan dunia kesehatan terguncang.

Semua pihak berpikir secara keras untuk mencari sumber wabah serta solusinya. Islam ternyata punya solusi di mana dalam kitab suci Al-Quran sebagai pedoman Islam terkandung ayat-ayat yang menjelaskan tentang kesehatan serta keutamaannya.

Imaam Yakhsyallah Mansur, Pimpinan Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia mengatakan, begitu sangat luas korelasi ayat-ayat Al-Quran dengan kesehatan.

Imaam Yakshyallah menyatakan hal itu pada webinar internasional dengan tema “Solusi Al-Quran pada Masa Pandemi dan Krisis Kesehatan” serta peluncuran buku “Mutiara Al-Qur’an untuk Kesehatan” dalam rangkaian Festival Muharram MINA di Jakarta Sabtu (28/8).

Dalam Webinar tersebut selain Imaam Yakhsyallah Mansur, juga menampilkan pembicara seperti, Aat Surya Syafaat (Wartawan Senior, Pemimpin Redaksi LKBN ANTARA 2016-2017), Dr. H. Hayu S. Prabowo (Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga & Hubungan Luar Negeri, PP DMI) dan drg. Yohanes Hutasoit, Sp. RKG (dr Yahya), Dokter Radiologi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung.

Imaam Yakhsyallah mencontohkan bagaimana manfaat hujan bagi kesehatan, seperti diuraikan dalam Surat Al-Baqarah ayat 22.

Ia bahkan mengatakan, hubungan intim yang halal pun menyehatkan.

Lebih dari itu, dr Yahya mengatakan, Al-Quran merupakan sumber dari segara ilmu, termasuk ilmu kesehatan.

“Banyak ulama mengatakan, Al-Quran bila dibacakan akan bisa menggetarkan sel-sel tubuh dan menjadi salah satu hal yang bisa mengobati penyakit,” ujarnya dalam acara yang juga disiarkan melalui akun Youtube MINA, MinanewsTV tersebut.

Namun, Al-Quran tidak hanya dibaca saja tapi juga diamalkan apa saja yang terdapat di dalamnya, khususnya dalam hal kesehatan.

Walaupun tidak disebutkan secara spesifik dalam ayat-ayat Al-Quran tentang kesehatan, namun dapat memotivasi untuk berprilaku sehat.

Selain Al-Quran, prilaku-prilaku hidup yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasalam dapat menjadi solusi permasalahan kesehatan jika diamalkan.

“Dalam hadist-hadist bisa ditemukan bagaimana cara beliau makan, menjaga diri, menjaga hygine pribadinya dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika umat Islam mengamalkan Al-Quran dan mencontoh sunah Rasulullah, Muslim akan menjadi pemimpin di dunia, khususnya di bidang kesehatan.

Sementara itu, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri DMI, Hayu S. Prabowo, mengatakan, ada tiga pendekatan masjid saat pandemi.

Pertama idarah (manajemen), kedua imarah (memakmurkan) dan ketiga riayah (penjagaan dan pemeliharaan).

“Masjid adalah benda wakaf, jadi harus kita jaga dan rawat,” kata Prabowo pada kesempatan itu

“Covid-19 mengingatkan kita agar bijak dalam mengelola sumber daya alam, pentingnya manajemen masjid berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan jaringan masjid,” tambahnya.

Ia menyebut, dengan adanya Covid-19, secara drastis merubah kehidupan umat manusia masuk ke dunia maya yang membawa perubahan pola kerja manusia.

Menurutnya, peran masjid sangat penting di masa pandemi dalam menjaga keimanan.

Selain itu, ia juga berpesan, agar masjid tidak mengabaikan standar layanan, kebersihan, dan kesehatan yanng tinggi.

Di sisi yang lain, Aat Surya Safaat yang juga merupakan Penguji Wartawan Utama pada Uji Kempetensi Wartawan (UKW) PWI membagi tips bagaimana menulis kreatif dan media yang di butuhkan saat pandemi Covid-19.

Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu juga membagikan tips jitu untuk jadi penulis yang hebat, diantaranya adalah dibiasakan menulis setiap hari, banyak membaca, cari suduf pandang yang berbeda, dan banyak berpetualang.

Selain webinar internasional dan peluncuran buku, Festival Muharram MINA 1443 H/2021Mjuga menggelar program Penghargaan Muhyiddin Hamidy untuk Penulis Paling Produktif dan Inspiratif yang tahun ini di anugerahkan kepada Imaam Yakhsyallah Mansur.

Ketua Panitia, Rana Setiawan, menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap penulis terproduktif dan inspiratif yang diterbitkan di Kantor Berita MINA, berdiri tahun 2012, yang merupakan kantor berita umum berlandaskan nilai-nilai Islam terbit dalam tiga Bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris).

Dalam rangka memberikan semangat positif dan berbagi di masa pandemi dengan mengambil keutamaan di bulan Muharram, Kantor Berita MINA juga menyerahkan donasi santunan dari mitra-mitra MINA bagi anak-anak yatim secara simbolis.

Kegiatan tersebut digelar secara hybird luring dan daring melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung dari kanal youtube MinanewsTV, Al-Jama’ah TV, dan Aplikasi Komunitas Muslim Umma.

Festival Muharram MINA 1443H disponsori PT Cinquer Argo Nusantara (CAN), BCA Syariah, Bank Syariah Bukopin, Euro Management, dan Kopi Raja.

Selain itu, didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjidnya Indonesia (DMI), Rumah Zakat, LAZ Yatim Mandiri, Lazismu Kebayoran Baru, STAI Al Fatah, Sekolah Tinggi Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud, Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Dhuafa, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) , Aqsa Working Group (AWG), Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Jaringan Pondok Pesantren Al Fatah Indonesia, dan Lembaga Bimbingan Ibadah dan Penyuluhan Islam (LBIPI).(A/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)