Aliansi Partai Palestina Pilih Gantz untuk Cegah Netanyahu Jadi PM Lagi

Pemimpin partai Blue and White Benny Gantz. (Foto: Tomer Neuberg/Flash90)

Yerusalem, MINA – Aliansi partai-partai Palestina di Israel, Arab Joint List, mendukung pemimpin partai Blue and White Benny Gantz untuk posisi perdana menteri pada Ahad (22/9).

Keputusan politik yang dinilai dramatis itu tampaknya membuka jalan bagi partai tengah untuk mendapatkan celah pertama dalam merakit koalisi di Knesset Israel dan bisa mencegah ambisi Benjamin Netanyahu untuk kembali jadi Perdana Menteri, demikian Times of Israel melaporkan.

Dengan dukungan ini maka Gantz unggul dua kursi dalam persaingan menduduki posisi Perdana Menteri dengan Netanyahu yakni 57 – 50.

Keputusan itu menandai pertama kalinya partai-partai Arab – secara terpisah atau bersama-sama – telah merekomendasikan politisi Zionis arus utama sejak 1992, ketika mereka mendukung pemimpin Partai Buruh Yitzhak Rabin yang berkampanye damai dengan Palestina.

“Kami telah melihat pemilihan paling sulit sejak 1948 dalam hal penghasutan terhadap warga Arab Israel,” kata pemimpin Joint List Ayman Odeh kepada Presiden Reuven Rivlin setelah mengeluarkan rekomendasi partainya.

“Kami telah berubah menjadi kelompok yang tidak sah dalam politik Israel. Jika kami didorong keluar, kami akan mengambil tempat yang selayaknya. Bagi kami, yang terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan,” kata Odeh.

“Jadi kami akan merekomendasikan Benny Gantz untuk membentuk pemerintahan berikutnya,” tambahnya.

Rekan anggotanya di Knesset, Ahmad Tibi mengatakan, keputusan itu dibuat meskipun partai ragu tentang Gantz, mantan kepala staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) yang memimpin perang Israel tahun 2014 melawan kelompok-kelompok pejuang di Jalur Gaza.

“Benny Gantz bukan cangkir teh kami. Kami memiliki banyak kritik terhadapnya, khususnya mengenai Gaza,” kata Tibi. “Tetapi ketika kami mengatakan kepada publik kami bahwa kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menghapus Netanyahu dari kekuasaan, kami menyadari bahwa kami perlu mengambil langkah berani.”

Dengan dukungan Arab Joint List yang memegang 13 dari 120 kursi Knesset, Gantz diperkirakan akan menerima 57 kursi rekomendasi untuk jabatan perdana menteri, dibandingkan dengan 55 suara sayap kanan dan agama pimpinan Netanyahu.

Blue and White akan memenangkan dua kursi lebih banyak daripada Likud dalam pemilihan hari Selasa (24/9), memperkuat prospek bahwa Gantz kemungkinan akan diberi kesempatan pertama untuk membangun pemerintahan berikutnya.

Netanyahu pada Ahad malam mengutuk dukungan Joint List kepada Gantz ketika aliansi Arab Palestina bertemu dengan Rivlin untuk mengeluarkan rekomendasi mereka. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)