AL-QASSAM: KAMI MILIKI KAPASITAS TUNDUKKAN ZIONIS

Pejuang AL Qassam
Pejuang Al-Qassam. (Foto: Al-Qassam)

Gaza, 8 Syawal 1435/4 Agustus 2014 (MINA) – Brigade Izzuddin Al-Qassam menegaskan, mereka memiliki kapasitas dan kemampuan yang memungkinkan untuk memaksa penjajah Zionis Israel tunduk pada tuntutan pejuang.

Demikian pernyataan resmi Al-Qassam yang dikeluarkan pada Ahad (3/8) Waktu Gaza sebagaimana dilaporkan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

“Kami tidak akan membiarkan penjajah Zionis Israel menikmati hidup dengan tenang serta aman, selama tidak menerima tuntutan rakyat kami untuk hidup secara adil, bebas, aman dan bermartabat. Israel harus menyadari bahwa rakyat kami tidak akan menerima apa pun jika kurang dari itu,” kata Al-Qassam dalam pernyataan tersebut.

Al-Qassam menyatakan sebagai tanggapan terhadap pembantaian penjajah Zionis Israel terhadap sebuah sekolah milik PBB di Rafah yang dijadikan tempat pengungsian, maka Al-Qassam menyerang pusat pemerintahan Zionis, Tel Aviv dengan Rudal M75, serta ke wilayah Beer Sheba, dan Kiryat Malakhi dengan 12 Rokat Grad.

Al-Qassam menegaskan, penjajah Zionis Israel mundur dari pertempuran sesungguhnya yanitu pertempuran darat dan lebih memilih menyerang warga melalui udara.

“Musuh akhirnya memilih untuk melarikan diri dari pertempuran sesungguhnya (perang darat) dengan Al-Qassam, dan hanya berani menargetkan warga sipil dari udara dan artileri,” ujar Al-Qassam.

Al-Qassam menegaskan, jika penjajah Zionis terus berlanjut melakukan politik kotor tersebut, maka Al-Qassam akan menjadikan seluruh kota di tanah jajahan Zionis menjadi target serangan, dan tidak ada kehidupan yang lebih berharga dari kehidupan rakyat Palestina.

“Kami akan mencoba sebisa mungkin untuk memfokuskan pertempuran ini pada penargetan perwira militer, prajurit, kamp-kamp militer dan akan menghindari sebisa mungkin sasaran non militer, meski musuh masih terus menyerang warga sipil Palestina di rumah-rumah mereka,” tegas Al-Qassam. (L/K01/P02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0