Amani Lubis : Masjid Al Aqsa Simbol Kemuliaan Islam Jangan Diinjak-injak

Prof. Amany Lubis

Pangkal Pinang, MINA – Ketua Stering Comite Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Prof. Amany Lubis menyatakan, ulama Indonesia yang merupakan bagian dari ulama dunia tetap memperhatikan nasib bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekannya dan kembalinya Masjid Al-Aqsa ke pangkuan Muslimin.

“Masjid Al Aqsa sebagai simbol kemuliaan Islam jangan diinjak-injak,” kata Amani kepada MINA di sela-sela acara pada Kamis malam (27/2).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan kontistusi Negara Republik Indonesia yang bercita-cita untuk mengahapus penjajahan dimuka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusaan dan perikeadilan dan untuk serta untuk menjaga ketertiban dunia.

Pernyataan senada sebelumnya pernah disampaikan Ketua Panitia, Zaitun Rasmin yang dalam Kepengurusan MUI sebagai Wasekjen Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional kepada MINA saat acara pembukaan KUUI VII, Rabu (25/2).

“Itu (masalah Palestina dan Masjid Al-Aqsa) termasuk akan kita bahas (pada KUII VII) termasuk bagaimana dengan pengumuman Trump (Deal of The Century) itu,” kata Zaitun.

Zaitun juga menegaskan, umat Islam Indonesia tidak boleh melepaskan diri dari masalah Palestina. Dan akan mengingatkan janji-janji Presiden untuk membela Palestina.

Sementera itu menurut ustadz Bachtiar Nasir, KUII VII yang digelar pada 26-29 Februari itu akan mengalami kerugian jika hasil konggres tidak merekomendasikan kemerdekaan bagi Palestina dan kembalinya Masjid Al-Aqsa ke tangan Muslimin. (L/RS5/R7/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)