Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amankan Pemilu di Srinagar, 50 Perusahaan Keamanan Tambah Personel

Rudi Hendrik - Kamis, 13 April 2017 - 13:35 WIB

Kamis, 13 April 2017 - 13:35 WIB

267 Views

Personel keamanan ditingkatkan menjelang pemilu ulang parlemen di distrik Budgam, Srinagar, Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, Kamis (13/4/2017). (Foto: dok. GK)

Personel keamanan ditingkatkan menjelang pemilu ulang parlemen di distrik Budgam, Srinagar, Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, Kamis (13/4/2017). (Foto: dok. GK)

Srinagar, 17 Rajab 1438/14 April 2016 (MINA) – Untuk mengamankan pemilu ulang di Kota Srinagar, 50 perusahaan keamanan menambah personel pasukannya untuk melindungi acara demokrasi itu pada hari Kamis (13/4).

Pemungutan suara ulang dilaksanakan di 38 TPS di Distrik Budgam, karena pada Ahad (9/4) terjadi kerusuhan antara warga penentang pemerintah India dengan pasukan keamanan. Delapan warga sipil tewas dan sedikitnya 300-an orang terluka dari kedua belah pihak.

Pejabat di Negara Bagian Jammu dan Kashmir mengatakan, keamanan tambahan dikerahkan untuk memastikan kelancaran pemilihan suara ulang.

Sumber-sumber resmi mengatakan kepada Greater Kashmir yang dikutip MINA,  fokus khusus itu untuk memastikan bahwa tidak ada demonstran yang datang mengganggu proses pemilu.

Baca Juga: Bangladesh Larang Pertemuan Massa di Dhaka setelah 45 Orang Tewas

“Untuk memastikan koordinasi yang kuat antara berbagai badan keamanan, dua perwira polisi senior, telah dikerahkan di Budgam untuk memenuhi setiap tantangan yang mungkin terjadi,” kata sumber yang berbicara dalam status anonim.

Pada hari Ahad lalu, protes besar-besaran dan bentrokan pengunjuk rasa mengambil alih banyak TPS di tengah slogan-slogan pro-kemerdekaan Kashmir.

Menurut pejabat lokal, setidaknya 33 mesin penghitung suara (EVMS) telah hilang. “Hanya empat EVMS yang rusak itu ditemukan,” mereka mengatakan.

Hari itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan nasional di Srinagar untuk anggota parlemen, hanya diikuti 7% suara dari jumlah penduduk ibukota negara bagian itu.

Baca Juga: Prancis Terus Pasok Suku Cadang Senjata ke Israel

Faksi perlawanan terhadap pemerintah pusat India sebelumnya telah menyerukan boikot terhadap pemilu tersebut. (T/RI-1/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Angkatan Bersenjata Yaman Klaim Serangan Drone di Tel Aviv

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Asia
Kolom
Asia