Amnesty: Wanita Palestina yang Ditembak di Pos Israel Perlu Keadilan Internasional

Al-Quds, MINA –  Wakil Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Saleh Higazi mengatakan, wanita Palestina yang ditembak oleh polisi pendudukan Israel di pos pemeriksaan Qalandia, yang dituding mengeluarkan pisau, membutuhkan keadilan internasional.

“Cuplikan video dari insiden itu menunjukkan wanita itu berdiri agak jauh dari para penjaga Israel, ketika mereka menembaknya mati. Dia tampak tidak membawa senjata apa pun dan tidak menimbulkan ancaman langsung kepada para penjaga atau kehidupan orang-orang di sekitarnya, ketika mereka melepaskan tembakan. Ini sangat menunjukkan bahwa pembunuhannya melanggar hukum,” kata Higazi pada Kamis (19/8), demikian WAFA melaporkan.

Menurutnya, di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan hanya boleh digunakan ketika benar-benar tidak dapat dihindari dan untuk melindungi orang dari risiko kematian atau cedera serius.

“Pembunuhan hari ini adalah pengingat mendesak akan perlunya keadilan internasional untuk mulai memetakan jalan menuju berakhirnya pelanggaran hak asasi manusia di Palestina yang dilembagakan dan sistematis oleh Israel,” ujar Higazi.

Ia mengatakan, pasukan Israel memiliki rekam jejak yang mengerikan dalam melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

“Mereka menggunakan kekuatan yang berlebihan dan melakukan pembunuhan di luar hukum. Pola ini tumbuh tanpa terhalang oleh kurangnya akuntabilitas pasukan Israel yang melakukan pelanggaran HAM,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Amnesty International telah mendokumentasikan ratusan kasus di wilayah Palestina, di mana pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan pada warga Palestina yang tidak bersenjata dan tidak memberikan ancaman, termasuk dalam beberapa kasus pembunuhan yang disengaja oleh pasukan pendudukan Israel. (T/Ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)