ANAK GAZA KORBAN SERANGAN ISRAEL MENINGGAL DUNIA

korban
bernama Abdul Lathif Al Awoor (7 tahun) meninggal dalam serangan rudal Israel, Rabu (11/6). Foto: Shihab
Anak Palestina bernama Abdul Lathif Al Awoor (7 tahun) meninggal dalam serangan rudal Israel, Rabu (11/6). Foto: Shihab

Gaza, 16 Sya’ban 1435/15 Juni 2014 (MINA) – Seorang anak Gaza Palestina korban luka akibat serangan Israel Rabu lalu menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (14/6) sore waktu lokal setelah mengalami koma selama tiga hari.

Anak yang bernama Abdul Lathif Al Awoor (7) mengalami luka serius di bagian kepala, kata Juru bicara Kementrian Kesehatan Gaza Ashraf Al-Qadra, sebagaimana koresponden MINA di Gaza melaporkan.

Pada Rabu itu Israel menembakkan rudal ke seorang pengendara sepeda motor di daerah Sudaniyah, Utara Jalur Gaza. Akibat serangan tersebut Muhammad Ahma Al-Arrur (30) dari Bayt Lahiya Utara jalur Gaza meninggal dunia.

Sedangkan dua orang lainnya mengalami luka-luka termasuk Abdul LAthif yang akhirnya meninggal dunia.

Serangkaian serangan kembali dilakukan Israel di Jalur Gaza, sabtu malam (14/6) waktu setempat. Serangan dimulai sekitar 11.30 malam dengan pesawat F 16, menyusul laporan tiga tentara Israel (remaja Israel yang sedang melakukan wajib militer) yang hilang di Tepi Barat sehari sebelumnya.

Israel mengawali serangan di lahan kosong di Rafah selatan jalur Gaza, kemudian di distrik Saudi Barat kota Rafah yang melukai seorang wanita berumur 27 tahun, dilanjutkan dengan serangan lainya ke lahan kosong di barat Rafah.

Dua tempat di Khan Younis juga menjadi target serangan Israel. Tak ketinggalan Nusairot, bagian tengah Jalur Gaza. Serangan di Nusairat ini menargetkan lokasi latihan milik Brigade Izzuddin Al Qassam, didekat lokasi GEDCO (PLN milik pemerintahan Gaza).

Juru bicara kementrian Kesehatan Ashraf Qadrah menyatakan seorang wanita yang berasal dari Rafah berusia 27 tahun terluka dan mengalami patah kaki akibat serangan tersebut dan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Najjar.

Sementara itu dua ledakan terdengar keras dari lokasi RS Indonesia di utara Gaza. Hingga berita ini ditulis tidak ada laporan luka-luka akibat serangan di bagian utara Gaza tersebut.

Sementara itu Juru bicara militer Israel menyatakan serangan ke Gaza menargetkan pusat aktivitas tempat memproduksi dan menyimpan berbagai senjata di selatan Jalur Gaza.

Menurutnya pihaknya tidak akan menolelir siapapun warga Palestina ‘yang mengancam’ Israel dan tentaranya, dan akan melakukan penyerangan bagi siapapun yang terlibat dalam aksi penyerang Israel tersebut.

Tiga tentara Israel dinyatakan hilang sejak Jum’at (13/6) pukul 14.00 waktu lokal di Tepi Barat.  Sedangkan kabar media Israel menyebutkan mereka adalah tiga remaja yang sedang mengikuti wajib militer. Ketiga tentara itu bernama Yakob Nafatiala bin Rihal Daborah, Jilad Mikhail bin Beytajlim, dan Iyal bin Ayres Tasyurah.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu segera mengadakan pertemuan darurat terkait hal ini. Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun langsung menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan untuk mencari ketiga tentara Israel tersebut. Israel langsung menggelar operasi pencarian di Hebron.

Pekikan takbir masjid-masjid di Gaza menyambut berita hilangnya tentara Israel yang berarti adanya harapan “Ghilad Shalit jilid II” untuk pertukaran tahanan.(L/K01/K02/P03/R2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

 

 

Comments: 0