Analis: Kebijakan Pemerintahan Biden terhadap Gaza Tak Bermoral

Washington, MINA – Ketika Pemerintahan Presiden Amerika Serikat () Joe terus mendukung Israel, negara tersebut kehilangan kedudukan moralnya secara global, kata analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara, Selasa (5/12).

Bishara mengatakan ketidakpedulian pemerintahan Biden terhadap korban sipil dan terus-menerus menyalahkan Hamas atas perang tersebut adalah hal yang “bodoh” dan “sinis”.

Meskipun AS tampaknya mendesak sekutunya untuk menahan diri, peningkatan agresi Israel pada tahap kedua perang menunjukkan bahwa mereka tidak mendengarkan AS, kata Bishara.

“Pada akhirnya, kita harus bertanya-tanya, apakah Amerika Serikat memberi tahu Israel secara pribadi apa yang mereka katakan di depan umum?” Dia bertanya.

“Atau apakah mereka hanya berbohong kepada kita semua di depan umum, sambil memberitahu Israel untuk mengakhiri perang dan melakukan apa pun, termasuk misalnya membunuh 1.000 orang dalam 48 jam terakhir?”.

AS dikabarkan telah mengirimkan persenjataan dalam jumlah besar ke Israel sejak dimulainya pertempuran di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Bom penghancur bunker berukuran besar termasuk di antara yang dipasok ke Israel.

Wall Street Journal, mengutip keterangan beberapa pejabat AS mengungkapkan, sejak 7 Oktober 2023, AS telah mengirimkan sekitar 15 ribu bom dan 57 ribu artileri. Persenjataan tersebut mulai diangkut menggunakan pesawat kargo militer C-17, tak lama setelah pecahnya pertempuran dengan Hamas di Gaza. Menurut pejabat AS pengiriman persenjataan masih berlangsung hingga beberapa hari terakhir.

Bom penghancur bunker dikenal karena kemampuannya menembus jauh ke dalam struktur benteng sebelum meledak. Menurut Wall Street Journal, sejauh ini persenjataan yang dikirim AS ke Israel terdiri dari 5.400 bom MK84, 5.000 bom MK82 terarah, sekitar 1.000 bom GBU-39 berdiameter kecil, dan sekitar 3.000 munisi serangan langsung gabungan (joint direct attack munitions/JDAM). JDAM memiliki kemampuan untuk mengubah bom tak terarah menjadi amunisi berpemandu presisi.

Sejak gencatan senjata sementara dengan Hamas berakhir, Israel kembali membombardir Gaza. Pada Sabtu kemarin, Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan, agresi yang diluncurkan Israel sejak gencatan senjata berakhir telah membunuh setidaknya 193 warga Palestina dan melukai sekitar 650 lainnya. (T/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)