Analisis Media: Israel Peroleh Keuntungan dari Krisis Qatar

(Foto: News That Matters)

Tel Aviv, 19 Ramadhan 1438/14 Juni 2017 (MINA) – Analisis Media di Timur Tengah menyebutkan, Israel telah memperoleh secara signifikan dari krisis Qatar berupa pemisahan antara negara-negara Arab yang semakin mendalam, serta mengalihkan perhatian dari isu Palestina.

Menurut analisis, ini karena Israel akan lebih leluasa meningkatkan penganiayaan terhadap orang-orang Palestina dan meruntuhkan titik-titik terakhir perlawanan Hamas, Yeni Şafak News, Ahad (11/6/2017), yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Selama bertahun-tahun, Israel memang telah mencoba menempatkan organisasi seperti Gerakan Ikhwanul Muslimin dan Hamas, yang memiliki ikatan dengan penduduk setempat, dalam daftar ‘kelompok teror’.

Kini, negara-negara Arab di kawasan Teluk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir menuduh Qatar “mendukung terorisme.” Sehingga Israel menemukan sebuah kesempatan untuk memenuhi tujuannya sendiri.

Para ahli mengatakan bahwa sebagai akibat dari blokade politik dan ekonomi Qatar, Israel diperkirakan akan menuduh Hamas terkait dengan teror dan menyebabkan penarikan bantuan ke Gaza dalam upaya untuk melemahkan perlawanan di dunia Arab.

Pemerintah UEA, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir bersama-sama menandatangani daftar ‘indivisu dan kelompok teror’, yang kebanyakan adalah organisasi non-pemerintah yang mengirim bantuan ke Suriah dan Gaza.

Dinyatakan pula bahwa daftar tersebut telah disiapkan oleh Israel dan dibagikan ke negara-negara yang menandatanganinya.

Beriringan dengan itu, Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu pun mengusulkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar menutup Organisasi Bantuan dan Bantuan Pengungsi Palestina (UNRWA) Palestina.

Sementara itu, Pemimpin senior Hamas Moussa Abu Marzouk mengkonfirmasi bahwa posisinya dalam krisis Teluk di Qatar dengan “perbedaan Arab adalah urusan dalam negeri.”

“Fokus Hamas akan tetap diarahkan ke Palestina dan Al-Quds, dan menuju persatuan nasional dan kohesi rakyat Palestina,” ujar Abu Marzouk. (T/RS2/RS3)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)