ANGGOTA DPR APRESIASI INDONESIA BANTU EVAKUASI MAHASISWA MALAYSIA

Sukamta.(Foto: DPR RI)
Sukamta, anggota Komisi I DPR RI.(Foto: DPR RI)

Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1436/16 April 2015 (MINA) – Seorang anggota Komisi I DPR mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang berhasil membantu evakuasi sebanyak 67 mahasiswa Malaysia yang terjebak perang di Yaman, walaupun hubungan kedua negara beberapa kali mengalami masalah.

Tim Indonesia yang dalam hal ini dimotori oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menuai apresiasi dari berbagai fihak.

“Tim Indonesia yang membantu evakuasi 67 mahasiswa Malaysia yang terjebak perang di Yaman patut diapresiasi. Meskipun beberapa kali hubungan Indonesia dengan Malaysia agak renggang disebabkan beberapa soal seperti klaim batik, sengketa wilayah Sipadan-Ligitan, namun kita orang Indonesia tetap dapat menunjukkan sikap yang ksatria dan humanis,” kata Sukamta, anggota Komisi I DPR RI kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (16/4).

Komisi I DPR membidangi masalah-masalah luar negeri, pertahanan, kominfo.

Sebelumnya, Kemlu melaporkan, setidaknya 10 negara sahabat telah secara resmi meminta bantuan Indonesia untuk mengevakuasi warganya yang ada di berbagai wilayah di Yaman.

Ke-67 mahasiswa Malaysia merupakan bagian dari sekitar 200 warga negara asing yang telah diberikan bantuan evakuasi keluar wilayah Yaman oleh Pemerintah Indonesia antara lain dari India, Pakistan, Yaman, Burkina Faso, Inggris, Amerika Serikat, Thailand dan Afrika Selatan.

Menurut Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melalui pesan singkat, Selasa (14/4) sore, permintaan negara-negara sahabat tersebut menyusul keberhasilan Pemerintah Indonesia melalui Tim Percepatan Evakuasi, yang dalam waktu kurang dari dua pekan berhasil mengevakuasi sekitar 2.000 WNI keluar dari wilayah Yaman.

Pemicu hubungan yang lebih bersahabat 

Sukamta, anggota DPR dari Fraksi PKS itu berharap, hal ini dapat menjadi pemicu awal menuju hubungan yang lebih damai dan lebih bersahabat antara Indonesia dengan Malaysia serta negara-negara ASEAN yang lain.

Terlebih mengingat sebentar lagi akan dibuka integrasi ekonomi dan perdagangan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Biasanya integrasi perekonomian seperti itu dapat menciptakan perdamaian di kawasan, karena negara-negara anggota saling tergantung sama lain,” katanya.

“Ini juga terjadi di Uni Eropa. Sejak dibentuknya Uni Eropa hingga saat ini, bisa kita lihat tidak ada tuh perang terbuka antara anggota Uni Eropa,” katanya.

“Nah, sekali lagi hubungan-hubungan baik, bersahabat dan humanis antar anggota MEA seperti yang dicontohkan Indonesia ini menjadi modal untuk hubungan-hubungan baik selanjutnya. Hal ini sangat penting, sebab tanpa kedamaian kita akan menemui kesulitan untuk menjalankan MEA secara optimal. Karenanya langkah-langkah baik seperti ini musti diapresiasi agar menular pada sikap-sikap kita selanjutnya,” ujar anggota DPR dari Dapil DIY tersebut.(T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0