Anggota DPR Kecam Sikap Provokatif Ekstrimis Yahudi di Al-Aqsa

Jakarta, MINA – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mengecam aksi provokasi dan penyerbuan pemukim ekstrimis Yahudi, melakukan ritual ibadah provokatif, dengan pengawalan ketat pasukan pendudukan Israel di halaman kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

Pasukan Otoritas Pendudukan Israel juga dilaporkan menyerang dan menangkap jamaah Muslim yang sedang berada di sana.

“Kami mendorong OKI (Organisasi Kerja sama Islam) bertindak tegas atas tindakan represi Israel terhadap rakyat palestina, terutama pada penodaan Masjid Al-Aqsa,” tegas Bukhori kepada MINA, Selasa (27/9).

Ketua DPP PKS itu juga menyatakan serbuan para ekstrimis Yahudi dan pasukan Israel yang akan menyebabkan lebih banyak ketegangan dan kekerasan di Al-Aqsa dan wilayah Palestina yang diduduki, juga semakin menguatkan alasan bagi Indonesia untuk tidak membangun hubungan diplomatik apapun, atau menggelar pertandingan sepakbola timnas Israel di Indonesiaselama Palestina belum merdeka.

Dia juga memperingatkan, peniupan shofar, klakson, ritual keagamaan Yahudi, di gerbang Masjid Al-Aqsa di bawah pengawasan polisi pendudukan adalah eskalasi berbahaya dalam serangan yang sedang berlangsung terhadap Masjid Al-Aqsa dan upaya untuk Yahudisasi kawasan Masjid Al-Aqsa dan Kota Al-Quds.

Bukhori menekankan umat Muslim dunia di mana pun berada tidak akan membiarkan kerusakan apa pun terjadi pada Masjid Al-Aqsa atau dinodai dengan cara apa pun, ia meminta otoirtas pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi berbahaya ini dan akibatnya.

Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania, pihak bertanggung jawab atas tempat suci itu, melaporkan sejak Senin (26/9) kelompok besar pemukim ekstrimis Yahudi Israel memasuki kompleks itu melalui Gerbang Maroko secara berkelompok dan melakukan ritual dan ibadah Talmud di sana, di bawah perlindungan ketat petugas polisi Israel.

Ratusan pemukim juga melakukan ritual di alun-alun Tembok Al-Buraq, yang menghadap ke Masjid Al-Aqsa sebelah barat.

Perkembangan itu terjadi di tengah seruan organisasi pemukim sayap kanan untuk mengadakan penyerbuan massal ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa, mulai awal pekan ini.

Kelompok ultranasionalis Yahudi telah meminta pengikut mereka untuk hadir secara massal di Masjid Al-Aqsa selama Tahun Baru Yahudi, yang dimulai pada hari Senin (25/9), dan hari libur Sukkot berikutnya.

Beberapa bahkan menyerukan untuk meniup terompet selama ritual keagamaan Yahudi di dalam halaman kompleks suci.

Sejak 2003, otoritas pendudukan Israel telah mengizinkan pemukim ekstrimis Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa hampir setiap hari, dengan mengesampingkan hari Jumat, hari libur dan ibadah umat Islam.

Pelaksanaan ritual ibadah Yahudi di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa dilarang berdasarkan perjanjian dengan Yordania, penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa.

Israel merebut Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada 1967 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diaui oleh masyarakat internasional.(L/R1/P1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)