Anggota Parlemen Inggris Minta Pertemuan dengan Mursi

Muhammad Mursi (FOCFM)

Kairo, MINA – Sekelompok anggota parlemen senior Inggris dari Partai Konservatif yang memerintah, serta Partai Demokrat dan Demokrat Liberal, telah mengajukan permintaan kepada pemerintah Mesir untuk mengizinkan mereka bertemu mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi di dalam penjara.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa kesehatan Mursi telah memburuk secara serius. Anadolu Agency melaporkan Selasa (6/3/2018).

Mantan presiden Mesir tersebut telah ditahan di penjara Tora di luar ibu kota Kairo. Dia hanya diizinkan untuk bertemu keluarganya dua kali sejak dia dipenjara setelah kudeta militer pada tahun 2013.

Ada kekhawatiran mengenai kesehatannya yang memburuk setelah adanya laporan bahwa dia telah ditolak untuk perawatan medis.

Permintaan anggota Parlemen Inggris ke Kedutaan Besar Mesir memenuhi permintaan dari anggota keluarga Mursi kepada politisi Inggris dan pengacara hak asasi manusia.

Tim anggota parlemen termasuk Lord Faulks (mantan Menteri Kehakiman), Paul Williams (anggota Komite Kesehatan) dan Crispin Blunt (mantan Ketua Komite Pemilihan Urusan Luar Negeri).

Pengacara internasional Tom Moloney akan bertindak sebagai penasihat hukum tim tersebut.

“Ada kekhawatiran tentang kondisi Mursi di dalam tahanan tidak sesuai standar internasional dan Mesir sendiri,” pernyataan angggota parlemen.

“Kami mengajukan permintaan ini ke pihak berwenang Mesir untuk melihat sendiri kondisi Mursi ditahan,” kata Crispin kepada Guardian.

Pengacara dari anggota keluarga Mursi mengatakan, mantan presiden tersebut telah mengalami diabetes sejak Juni tahun lalu dan bahwa dia belum pernah mendapatkan perawatan yang memadai sejak saat itu.

Permintaannya untuk dipindahkan ke rumah sakit swasta juga telah ditolak.

Abdullah Mursi (24), putra mantan presiden tersebut, mengatakan, “Ayah belum menerima pengobatan diabetes dan tekanan darah yang memadai”.

Menurutnya, karena ayahnya belum menerima pengobatan diabetes yang tepat, dia sekarang kehilangan sebagian besar pandangan mata kirinya dan akan membutuhkan operasi segera.

“Permintaan kami untuk perawatan medis mendesak selama sesi persidangan ditolak. Terlepas dari pendapat seseorang tentang ayah atau pandangannya, ini tidak bisa diterima oleh siapa pun,” ujar Abdullah.

Pihak berwenang Mesir berpendapat bahwa Mursi menerima perawatan yang benar, dokter dan petugas medis memiliki akses ke mantan presiden tersebut.

Mursi terpilih sebagai presiden melalui pemilu demokratis tahun 2012 setelah pemberontakan populer melawan pemerintahan 30 tahun Hosni Mubarak.

Namun Mursi digulingkan dalam kudeta militer setahun kemudian pada tahun 2013, dan dipenjara dengan tuduhan termasuk membahayakan keamanan nasional dengan membocorkan dokumen ke Qatar dan dituduh menghasut kekerasan oleh Ikhwanul Muslimin. (T/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agencvy (MINA)