Gaza, MINA – Badan tenaga kerja PBB melaporkan, jumlah pengangguran di Jalur Gaza, Palestina telah mencapai angka yang mengejutkan yakni sebesar 79,1 persen sejak Israel melancarkan serangan militernya ke wilayah yang dikepung dan dibombardir pada Oktober 2023.
Dalam penilaian terbarunya mengenai dampak agresi terhadap lapangan kerja, Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga mengatakan pada Jumat (7/6) bahwa pengangguran di Tepi Barat yang diduduki pun telah mencapai hampir 32 persen, dikutip Al Jazeera.
Hal ini menjadikan tingkat pengangguran rata-rata di seluruh wilayah Palestina yang diduduki mencapai 50,8 persen.
Namun, kata ILO, angka tersebut tidak termasuk mereka yang keluar dari angkatan kerja di tengah memburuknya prospek pekerjaan.
Baca Juga: Tentara Israel Mundur dari Kota Lebanon Selatan
“Hal ini tidak termasuk warga Palestina yang sudah menyerah dalam mencari pekerjaan,” kata Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab, Ruba Jaradat.
“Situasinya (sebenarnya) jauh lebih buruk,” tambahnya.
Serangan Israel di Gaza sejak dimulainya agresi pada Oktober tahun lalu, telah menewaskan sedikitnya 36.654 orang dan melukai 83.309 orang, dengan ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diperkirakan tewas, menurut pejabat kesehatan Palestina di Gaza.
Selain korban jiwa, serangan Israel itu juga menyebabkan rusaknya infrastruktur dan berkurangnya lapangan pekerjaan di Palestina. []
Baca Juga: PBB Adopsi Resolusi Dukung UNRWA dan Gencatan Senjata di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)