ANIES BASWEDAN: ORANGTUA PENENTU SUKSES PENDIDKAN ANAK

Anies Baswedan
Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan

Jakarta, 10 Rabi’ul Awwal 1436/1 Januari 2015 (MINA)- Menteri Kebudayaan dan Pendidikan dasar dan menengah  (Menbuddikdasmen) Anies Baswedan mengatakan, orangtua menjadi penentu sukses atau tidaknya seorang anak.

“Sayangnya, jika berbicara tentang kesiapan orangtua dalam mendidik anaknya,  realitas justru menunjukan bahwa kebanyakan orangtua justru tidak siap,” kata Anies Baswedan pada Dzikir Nasional yang ke-13 di Masjiod At Tin Jakarta Timur, Rabu (31/12) malam, sebagaimana rilis resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Anies Baswedan mengatakan, pendidikan bagi seorang anak tidak sekedar melahirkan kepandaian, tapi muaranya adalah menghasilkan anak berakhlak mulia. Untuk mencapai anak yang berakhlak mulia itu tidak mesti harus lewat lisan, tulisan tetapi lebih penting adalah melalui keteladanan orangtua.

Anies menyebut contoh barang dan peralatan bawaan jemaah masjid At Tin yang diminta oleh panitia penyelenggara agar ditempatkan di muka atau di hadapan jamaah. Maksudnya, agar barang bawaan jamaah tidak diambil atau berpindah tangan kepada pihak yang tak bertanggung jawab. Dengan kata lain, untuk menghindari copet.

“Sudah sepantasnya semua pihak melakukan perenungan, introspéksi atau melakukan koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan diri sendiri,” kata mantan rektor Universitas Paramadina.

Menurutnya, mawas diri sangat diperlukan. Oleh sebab itu, penting untuk mengingat kembali peran pendidikan dalam melahirkan generasi masa depan.

“Sudahkah kita menghasilkan anak terdidik, berakhlak mulia dan jujur?” tanya Anies.

Ia juga mengatakan, mendidik anak agar berakhlak mulia, khususnya yang berkaitan erat dengan kejujujran, tidak dibutuhkan terori yang rumit. Contoh yang simpel, jika anak pada saat puasa di bulan Ramadhan bermain bola kemudian kembali ke rumah meminta minum pada orangtuanya, maka orangtua harus  bijak.

“Dengan mengatakan, misalnya, boleh minum namun pada puasa hari berikutnya diingatkan, agar untuk sementara jangan bermain bola dul,” ujar Anies Baswedan.

Anies menambahkan, terkait anak yang terus terang minta izin minum, menunjukan diri sebagai orang jujur. Hal itu harus diapresiasi. Padahal, jika si anak ingin minum tanpa meminta izin orangtua pun bisa dilakukan saat itu juga.

“Jika saja setiap rumah sudah menghasilkan anak jujur, ke depan, bangsa Indonesia akan jujur dimana pun bermukim. Negeri ini bisa melahirkan orang jujur,” kata Anies lagi.

Berkaitan dzikir nasional, ia berharap dapat mengubah kebiasaan orang yang menyambut tahun baru dengan hura-hura, dan diganti dengan aktivitas bernuansan Islami.

Pada acara tersebut hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, mantan Ketua PB NU KH Hasyim Muzadi, AM Fatwa, KH Yusuf Mansur, Muzamil Basyuni, Wakil Ketua 1 Pelaksana Harian Masjid At-Tin, HM. Sutria Tubagus dan sejumlah tokoh agama lainnya. (T/P010/R03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0