Anies: Jakarta Terkendali, Tak Ada Zona Merah

Jakarta, MINA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan situasi persebaran corona di Jakarta sudah tak ada lagi zona merah. Semua daerah relatif terkendali

“Secara umum situasinya relatif terkendali. Ada satu kelurahan yang disitu laju insident rate nya masih tinggi,” kata Anies dalam konferensi pers usai rapat mengenai PSBB transisi di Balai Kota, Rabu (01/07) sore.

Menurutnya relatif terkendaliya situasi lantaran adanya peningkatan kedisiplinan pada masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19.

“Ada peningkatan kedisiplinan masyarakat di dalam tiga aspek penting. Satu adalah penggunaan masker. Dua adalah mencuci tangan secara rutin, dan ketiga adalah menjaga jarak. Tiga ini perlu kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap memutuskan untuk memperpanjang masa transisi fase 1 selama 14 hari. Awal bulan lalu, Pemprov DKI memberlakukan PSBB transisi selama 30 hari penuh.

“PSBB di Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan, dan kita akan evaluasi lagi sesudah kita mendapatkan perkembangan terbaru. Kesimpulan dari rapat PSBB transisi, yang itu artinya semua kegiatan berlangsung masih dengan kapasitas 50 persen, akan diteruskan 14 hari ke depan,” ujarnya.

Anies menjelaskan dasar pengambilan keputusan untuk memperpanjang masa PSBB Transisi.

Berdasarkan indikator yang telah dianalisis oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI bersama para pakar epidemiologi, sebenarnya Jakarta berada pada indikator pelonggaran, karena total skor mencapai di atas 70.

“Dari indikator pantau pandemi yang disusun oleh tim FKM UI, gambarnya bisa dilihat di situ. Ada 3 unsur, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan fasilitas kesehatan. Di sini terlihat bahwa unsur epidemiologi skornya 75, kesehatan publik skornya 54, dan faskes skornya 83. Sehingga, total skor di DKI adalah 71,” katanya.

Anies mengimbau warga Jakarta untuk memastikan menerapkan 3 aspek penting dalam keseharian untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, antara lain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Secara umum, masih perlu ada peningkatan kedisiplinan masyarakat di dalam 3 aspek penting. Satu adalah penggunaan masker, dua adalah mencuci tangan secara rutin, dan ketiga adalah menjaga jarak. Tiga aspek ini perlu kita jaga dan tingkatkan,” katanya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)