Antisipasi Kunjungan Netanyahu, Pasukan Israel Tutup Kota Tua Hebron

Hebron, MINA – Pasukan Israel pada Rabu (4/9) pagi menutup toko-toko milik warga Palestina dan memerintahkan siswa-siswa mengosongkan sekolah mereka di Kota Tua Hebron untuk mengamankan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Jamal Sa’afin, seorang aktivis dengan kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem membenarkan bahwa pasukan Israel memperketat pembatasan di kota tua Hebron, menutup toko-toko warga Palestina di sepanjang daerah itu dari al-Salaymeh hingga Tel Rumeida, selain ke lingkungan Wadi al-Husayn dan Jaber.

Dia menambahkan bahwa tentara memerintahkan siswa Palestina keluar dari sekolah mereka di kota tua, demikian Wafa melaporkan.

Netanyahu akan menyampaikan pidato di Masjid Ibrahimi, yang oleh orang Yahudi disebut sebagai Gua Para Leluhur, untuk memperingati peringatan ke-90 Pemberontakan Al-Buraq 1919.

Kota Hebron yang di sana ada Masjid Ibrahimi, adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 800 pemukim Israel yang sangat agresif yang tinggal di kompleks itu, dijaga ketat oleh pasukan Israel.

Warga Palestina di kota itu menghadapi kehadiran militer Israel setiap hari dengan setidaknya 32 pos pemeriksaan permanen dan parsial didirikan di pintu masuk itu.

Sejak pembantaian di Masjid Ibrahimi 1994 yang merenggut nyawa 29 warga Palestina, warga Palestina tidak diizinkan mengakses jalan utama Al-Shuhada dan telah menutup rumah dan toko mereka di jalan. Sementara itu, pemukim Israel bergerak bebas di jalan, mengendarai mobil dan membawa senapan mesin.

Israel telah mengusir satu-satunya pemantau internasional yang melindungi warga Palestina di Hebron dari 800 pemukim yang dijaga ketat, salah satunya melakukan pembantaian 1994. (T/R03/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)