SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean Panjang di Gaza Jadi Realitas Harian yang Hancurkan Kesehatan Mental

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - 9 menit yang lalu

9 menit yang lalu

0 Views

Seorang anak Palestina di Jalur Gaza sedang menunggu antrean air bersih. (Foto: UNRWA)

Gaza, MINA – Antrean panjang di berbagai titik distribusi makanan, air, dan layanan dasar telah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalur Gaza. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan penderitaan fisik tetapi juga merusak kesehatan mental warga, menurut laporan Palinfo yang dikutip Senin (13/4).

Sejak agresi Israel dan blokade diperketat, keluarga di Gaza terpaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti air bersih, makanan dan roti.

Seorang pengungsi dari Jabaliya yang kini tinggal di Nuseirat, Abu al-Baraa, mengatakan antrean telah menjadi bagian dari rutinitas harian keluarganya.

“Kami berdiri sejak subuh, tidak ada yang tahu kapan akan mendapat air,” ujarnya.

Baca Juga: Krisis Tepung Ancam Ketahanan Pangan di Gaza

Guru bahasa Arab, Abu Musab, yang mengantre di depan pusat distribusi Program Pangan Dunia (WFP) di Nuseirat, mengatakan antrean panjang hingga lebih dari 200 meter adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan apa pun di Gaza.

“Antrean dan menunggu di dalamnya telah menjadi kata kunci untuk mendapatkan apa pun. Anda tidak bisa mendapat apa-apa tanpa berdiri dalam antrean panjang selama berjam-jam,” katanya.

Seorang pemuda bernama Muhammad menambahkan, “Kami berdiri berjam-jam untuk makan, dan berdiri berjam-jam agar bisa minum. Ini bukan sekadar menunggu, ini adalah hidup kami sekarang.”

Para ahli psikologi menegaskan, menunggu dalam ketidakpastian meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Profesor psikologi dari University of California, Kate Sweeny, menyatakan bahwa menunggu dalam ketidakpastian meningkatkan stres karena otak berusaha memprediksi hal yang tidak diketahui dan menganggapnya sebagai ancaman psikologis.

Baca Juga: OKI Kecam Keras Penyerbuan Ben-Gvir di Masjid Al-Aqsa

Ahli lainnya, David Maister, mengatakan bahwa bagian yang paling berpengaruh secara psikologis bukanlah lamanya menunggu, melainkan ketidaktahuan kapan menunggu akan berakhir. Hal ini membuat seseorang merasa tidak berdaya dan kehilangan kendali.

Sementara itu, dokter spesialis gangguan kecemasan, Gordon Asmundson, berpendapat bahwa berada dalam ketegangan berkepanjangan sambil menunggu kebutuhan dasar dapat memicu reaksi kecemasan kronis.

Antrean panjang di Gaza, demikian laporan PIC, bukanlah fenomena sementara, melainkan cerminan nyata dari krisis kemanusiaan multidimensi yang berkepanjangan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Delegasi Hamas di Kairo Bahas Pelanggaran Pendudukan Israel

Rekomendasi untuk Anda