Antusiasme Ibu Aceh Ingin Anaknya Hafal Al-Quran

Ibu Zahara asal Lhokseumawe rela meninggalkan hiruk pikuk duniawi. Zahara mengabaikan persiapan-persiapan seperti umumnya dilakukan Ibu-ibu menjelang lebaran dan lebih memilih mengantarkan anaknya Ghaitsa Taqiya bisa ikut acara Haflah Hafidz Cilik Aceh yang diselenggarakan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) di Masjid Agung Al-Makmur Banda Aceh, Jum’at (1/7/2016).

Kepada media yang mewawancarainya sebagaimana keterangan pers Pemerintah Kota Banda Aceh, Ibu Zahara mengaku dirinya dan sang anak sering mengikuti cerita hidup seorang Tabarak putra dari DR. Kamil El-Laboudy asal Mesir.

“Anak saya kagum sekali dengan Tabarak, dia ingin bisa hafal Al-Qur’an seperti Tabarak,” ujar Zahara.

Saat ini, puteri dari Ibu Zahara, Ghaitsa Taqiya sudah mampu menghafal Al-Qur’an lebih dari 4 juz di usianya yang masih 8 tahun.

Sang Ibu mengatakan, untuk memenuhi keinginan dan demi memotivasi Ghaitsa menghafal Al-Qur’an dirinya berusaha datang ke Banda Aceh untuk mengikutsertakan Ghaitsa ke acara Haflah Hafidz Cilik Aceh, di mana Tabarak bersama keluarganya yang semua penghafal Al-Qur’an hadir sebagai nara sumber.

“Ini kesempatan langka, Ghaitsa bisa bertatap muka langsung dengan Tabarak, Yazid dan kedua orangtuanya. Semoga ini akan menambah semangat Ghaitsa menambah hafalannya,” harap Zahara.

Pantauan di lapangan, acara yang dibuka langsung Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE mendapat antusiasme tinggi dari warga Banda Aceh. Bahkan selain Ghaitsa dari Lhokseumawe, kegiatan ini juga diikuti oleh anak-anak dari Kutacane, Sigli dan Aceh Besar, mereka didampingi langsung oleh orang tuanya.

Saat memberikan sambutannya, Illiza berharap kehadiran DR Syaikh Kamil El-Laboudy di Banda Aceh dengan sejumlah agendanya dapat memberi dampak positif bagi warga Banda Aceh khususnya dan Aceh pasa umumnya.

“Ini keluarga penghafal Al-Qur’an dan kedua anaknya merupakan penghafal Al-Qur’an terbaik di dunia. Semoga kehadiran mereka manjadikan inspirasi bagi keluarga-keluarga kita agar cinta, hafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” harap Illiza.

Tabarak -diambl dari nama putra Syaikh Dr. Kamil El Laboudy- merupakan metode mudah menghafal Al-Quran yang dikembangkan oleh Syaikh Dr Kamil El-Laboudy, seorang pakar tahfiz quran internasional dan motivator asal Mesir.

Melalui pelatihan ini, para peserta dilatih cara mengajarkan hafalan bagi anak-anak dibawah umur lima tahun walaupun mereka belum bisa membaca Al-Quran.

Tabarak el-Laboudy, anak ini telah mampu menghafal 30 juz Al Quran disaat umurnya masih empat setengah tahun. Tabarak menyelesaikan hafalannya dalam kurun waktu satu setengah tahun.

Sosok Dr. Kamil El-Laboudy

Mengutip laman resmi Keluarga Mahasiswa Aceh di Mesir, Syaikh Dr. Kamil El-Laboudy lahir pada 4 Januari 1976 M bertepatan dengan 3 Muharram 1396 H, di sebuah kota kecil di Mesir yaitu Tanta. Ia menikah dengan seorang wanita shalihah yang juga berasal dari Tanta, Dr. Rasya Abdul Mun’in El-Gayyar.

Pada tahun 2000, mereka berdua merantau ke Jeddah dan berkerja sebagai dosen di Batterjee Medical College.

Dr. Kamil El-Laboudy adalah seorang ayah yang memiliki tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Kedua anak laki-lakinya yaitu Tabarak Kamil el-laboudy dan Yazid Tamamuddin el-laboudy dinobatkan sebagai hafidz termuda di dunia yang mampu mengkhatamkan Al-Quran pada usia 4,5 tahun.

Begitu juga dengan adik mereka, Zeenah el-laboody, ia berhasil menghafal Al-Quran dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun.

Setelah dinobatkan sebagai hafidz termuda sedunia, banyak dari stasiun televisi menawarkan program talk show kepada Dr. Kamil beserta keluarga.

Di Saudi mereka tampil di stasiun Dalil, Iqra’,Al-Majd, Al-Su’udiyah, Al-Ula, Al-Khalijiyah dan Ar-Risalah. Di mesir mereka juga memenuhi undangan beberapa stasiun, seperti: ar-Rahmah, Al-Hafidz, Amjad, Driem, Al-Mihwar dan Al-Mishriyah Al-Fadhaiyyah. (R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)