APTSI Imbau KPU dan Bawaslu Laksanakan Pemilu dengan Jurdil

Diskusi menyoal netralitas KPU di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4). (MINA)

Jakarta, MINA – Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil (jurdil).

Hal itu dikatakan Ketua Umum APTSI Alfian Usman saat menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertajuk “Menyoal Netralitas KPU” di Sekretariat Nasional BPN, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

“KPU dan Bawaslu didirikan sesuai dengan amanah undang-undang yang bertanggung jawab melaksanakan pemilu secara jujur, adil dan bermartabat kepada rakyat Indonesia dan mereka dibayar untuk itu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin gelaran Pemilu 2019 masuk dalam catatan hitam sejarah Bangsa Indonesia yang sudah merdeka sejak 73 tahun yang lalu.

Baca Juga:  Artificial Intelligence Menuju Sakit Jiwa Anak-Anak

“Yang bayar adalah rakyat. Kami dari alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia menyatakan bahwa kami tidak ingin pemilu tahun ini tercatat dalam catatan hitam dalam sejarah Indonesia sejak 73 tahun merdeka,” ujarnya.

Alfian kembali mengungkapkan bahwa setelah pemilihan umum Rabu 17 April lalu, pihaknya menerima banyak laporan kecurangan yang menguntungkan salah satu pihak, termasuk kejanggalan-kejanggalan KPU.

“Kami sepakat bahwa Kami menghimbau KPU dan Bawaslu bahwa kalian dibentuk atas amanah undang-undang. Jadi tolong laksanakan pemilu dengan jujur adil dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada KPU dan Bawaslu bahwa belum terlambat, belum tertutup pintu untuk melaksanakan demokrasi yang jujur, adil dan bermartabat.

“Lakukan itu sekarang. Sangat besar konsekuensinya bagi bangsa ini apabila pemilu kali ini tidak dilaksanakan sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya. (L/R06/RS2)

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

Mi’raj News Agency (MINA)