Aqsa Working Group Dukung Aksi Mogok Makan Maher Al-Akhras

Jakarta, MINA – Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh Maher Al-Akhras untuk memprotes penahanan dirinya dan banyak orang Palestina lainnya yang dijebloskan ke Penjara oleh Rezim Zionis Israel.

Ketua AWG, Agus Sudarmaji mengatakan, Rabu (28/10), sampai akhir Oktober 2020 ada lebih dari 4.700 tawanan Palestina yang dijebloskan ke penjara-penjara Israel tanpa proses peradilan bahkan tanpa alasan yang jelas.

Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena mendapat perlakuan yang tidak manusiawi di dalam penjara. Juga tidak kurang jumlahnya yang meninggal karena sakit yang tidak diobati maupun akibat kekerasan dari otoritas pengelola penjara Israel.

Agus Sudarmaji mengingatkan komunitas internasional yang terkesan kurang peduli terhadap nasib para tahanan Palestina.

Ia menyatakan, selama ini belum tampak upaya internasional yang signifikan untuk menghentikan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) yang berat di seluruh penjara Israel. “Kami mengimbau komunitas internasional untuk segera bertindak memulihkan hak-hak warga Palestina dan memaksa Israel untuk membebaskan semua tahanan Palestina yang tidak bersalah,” katanya.

Lembaga kemanusiaan yang juga konsen dengan isu-isu dunia Islam itu mengimbau kepada umat Islam sedunia peduli terhadap nasib bangsa Palestina dan mengambil tindakan yang signifikan untuk menghentikan kezaliman Rezim Zionis Israel. Kepedulian sesama muslim ini bukan sekedar bermotif kemanusiaan namun merupakan wujud tanggung jawab di hadapan Allah.

Kepedulian dunia Islam terhadap nasib Palestina hendaknya betul-betul ditampakkan dalam tindakan nyata terhadap issu-issu yang lebih strategis yang salah satunya adalah menolak normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel.

AWG juga menyinggung mengenai normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan Israel itu sejatinya adalah pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa.

Normalisasi tersebut merupakan akibat mentalitas yang lemah dan kecintaan kepada dunia yang berlebihan (hubbud dunya) serta ketakutan sebagian pemimpin negara Arab kepada rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat. Dengan alasan apapun normalisasi itu harus ditolak sampai Israel betul-betul mematuhi hukum internasional dan menjamin ditegakkannya keadilan di Palestina.

AWG mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk melanjutkan upaya yang signifikan dalam merealisasikan kemerdekaan Pelestina sebagai wujud pelaksanaan konstitusi yakni mewujudkan perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Akhirnya, kami mengajak seluruh umat Islam sedunia untuk melaksanakan upaya riil guna mendukung kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa. Upaya riil itu dapat terwujud apabila umat Islam kembali secara konsekuen kepada tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan melaksanakan syariat berjama’ah di bawah seorang Imaamul Muslimin. Inilah kunci kemenangan umat Islam yang telah diwujudkan oleh Umar bin Al-Khatthab dan Shalahuddin Al-Ayyubi sehingga mereka dapat membebaskan Palestina dan Masjid Al-Aqsa dalam rangka mewujudkan rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamiin),” tegasnya. (L/Ag/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)