ARAB SAUDI GUNAKAN GPS CEGAH KECELAKAAN DI KAWASAN SUCI

Menteri dalam Negeri dan Ketua Komite Haji Agung, Pangeran Muhammad Bin Naif, memeriksa kamp pasukan darurat khusus dan  mengamati latihan silmulasi kesiapan  keamanan untuk jamaah haji pada Ahad (28/9) sore. (Foto:SG)
Menteri dalam Negeri dan Ketua Komite Haji Agung, Pangeran Muhammad Bin Naif, memeriksa kamp pasukan darurat khusus dan mengamati latihan silmulasi kesiapan keamanan untuk jamaah haji pada Ahad (28/9) sore. (Foto:SG)

Makkah, 5 Dzulhijjah 1435 H/29 September 2014 M (MINA)- Petugas Pertahanan Sipil Arab Saudi memanfaatkan teknologi GPS untuk mencegah terjadinya kecelakaan potensial di kawasan suci.

Direktur Pusat Operasi Pertahanan Sipil di tempat suci, Brigadir Salim Al-Madhab mengatakan, pasukannya menggunakan 11 saluran komunikasi nirkabel di samping sistem kamera pengintai di Masjidil Haram dan Jembatan Jamarat.

“Sistem ini membantu penyelamat mendapatkan kecelakaan atau skenario darurat dalam waktu singkat, dan secara periodik per-jam, kami juga memeriksa dan menjamin keamanan para jamah haji” kata Al-Madhab, seperti dilaporkan Saudi gazette, Senin (29/9), yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Salim mengatakan, sebelumnya pertahanan sipil mengadakan latihan simulasi penyelamatan, di mana mereka harus menyelamatkan 35 jamaah yang terkena kebocoran gas beracun dari tabung gas.

Ia menjelaskan, tim respon haruslah cepat tanggap atas kecelakaan yang terjadi dan mereka bekerja sama dengan para ahli kimia untuk menghentikan kebocoran gas. “Selain itu, mereka harus mampu mengevakuasi jamaah yang terluka dan membawanya ke rumah sakit terdekat, sebab korban biasanya dalam kondisi kritis,” ujar Salim.

“Latihan tersebut menunjukkan personil Pertahanan Sipil siap untuk menanggapi keadaan darurat,” kata Brigjen Ata Al-Otaibi, Komandan Pertahanan Sipil Pusat di Mina.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri dan Ketua Komite Haji Agung Pangeran Muhammad Bin Naif, memeriksa kamp pasukan darurat khusus dan mengamati latihan silmulasi kesiapan keamanan untuk jamaah haji pada Ahad (28/9) sore.

Sementara itu, asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji, Mayjen. Abdulrahman Al-Miqbil mengatakan, rencana pengaturan lalu lintas tahun ini telah mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya dan telah terbukti efektif dalam mengatur arus lalu lintas. Tidak ada kecelakaan telah terdaftar sejauh ini.

Komandan Control Center Haji, Mayjen. Abdullah Al-Zahrani mengatakan, sebanyak 5.000 kamera pengintai telah dipasang di Masjidil Haram dan situs suci tahun ini. Kamera memiliki teknologi night vision dan dapat menjangkau hingga 60 kilometer.
Kementerian Urusan Agama telah mengerahkan 2.000 sarjana dan penerjemah untuk mengajari jamaah haji tentang haji. Mereka telah dikirim ke berbagai titik di masuk para jamaah.

Ia menambahkan, para calon jamaah haji dapat menghubungi nomor telepon 8002451000 dan 8002488888 bebas biaya untuk berkonsultasi dengan seorang ulama atau bertanya tentang pelaksanaan ibadah haji dan menyediakan informasi gratis tentang haji.

Dilaporkan, sebanyak 1.198.700 jamaah telah tiba pada Jum’at (26/9). Sekitar 1.129.623 tiba melalui jalur udara, 55.469 dengan jalan darat, dan 13.608 melalui laut.

Dibandingkan kondisi tahun 2013 dalam waktu yang sama, jumlah jamaah yang tiba saat itu adalah 1.228.797 jamaah, selisih 30.097 jamaah. Adapun jadwal terkahir penerbangan haji adalah pada Ahad (28/9).(T/P010/R12)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0