Arab Saudi Nyatakan Tetap Berkomitmen Dukung Pendirian Negara Palestina

Kairo, MINA – Arab Saudi menyatakan tetap berkomitmen untuk mendukung pendirian Negara Palestina. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar negeri Kerajaan Pangeran Faisal bin Farhan kepada para menteri luar negeri Liga Arab dalam pertemuan darurat di Kairo, Senin (8/2).

Dia mengatakan, Saudi mendukung rakyat Palestina dan dengan tegas mendukung semua upaya untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif.

Ia menambahkan, perdamaian merupakan pilihan strategis yang akan menjamin stabilitas kawasan. Kantor Berita OKI melaporkan.

“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk melakukan lebih banyak upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian untuk mendirikan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” katanya.

Pertemuan Liga Arab berlangsung ketika para pemimpin dari faksi-faksi Palestina yang bersaing, Hamas dan Fatah mengadakan pembicaraan rekonsiliasi di Mesir.

Dalam pernyataan terakhir mereka, para menteri menegaskan “penolakan Arab terhadap proyek sepihak Israel atau langkah-langkah yang berdampak negatif terhadap hak-hak rakyat Palestina, melanggar hukum internasional dan merusak solusi dua negara, yang tidak ada alternatif lain.”

Mereka mendesak semua pihak internasional – termasuk PBB dan anggota Kuartet Timur Tengah lainnya: Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia – untuk mengambil semua langkah praktis untuk meluncurkan negosiasi yang kredibel yang dapat mengatasi masalah status akhir dan mengakhiri pendudukan Israel.

Mereka menekankan pentingnya peran Kuartet dalam mencapai kesepakatan damai berdasarkan solusi dua negara.

Para menteri menyambut baik keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tentang yurisdiksi teritorialnya di Palestina, yang menyimpulkan bahwa keputusan itu meluas ke wilayah yang diduduki Israel sejak 1967: Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Mereka juga memuji keputusan Palestina untuk mengadakan pemilu dan upaya rekonsiliasi saat ini.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)