Arab Saudi – Thailand Tandatangani Perjanjian Kerjasama di Bidang Energi

(Foto: SPA)

Bangkok, MINA – Arab Saudi dan Thailand menandatangani perjanjian penting kerja sama energi dan energi terbarukan dalam kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Bangkok.

Perjanjian utama kerja sama energi itu ditandatangani oleh Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, dan Menteri Energi Thailand Supattanapong Punmeechaow, pada Jumat (18/11).

“Ini akan menjadi kerangka kerja untuk mencari kerja sama energi yang akan bermanfaat bagi Thailand dan Arab Saudi dalam berbagai dimensi,” kata Punmeechaow, seperti dikutip dari Arab News.

Kerja sama bidang energi itu antara lain; petrokimia, bahan bakar hidrogen, penangkapan dan penyimpanan karbon, pengembangan ekonomi sirkular, dan teknologi rendah karbon, mempromosikan inovasi energi, bertukar manfaat informasi dan pengalaman mengenai energi.

Perwakilan ACWA Power, yang merupakan bagian dari delegasi Saudi di Bangkok, juga menandatangani kesepakatan pengembangan energi terbarukan dengan perusahaan minyak dan gas milik negara PTT dan pemasok listrik milik negara Otoritas Pembangkit Listrik Thailand.

“Kesepakatan untuk mengembangkan proyek hidrogen/amonia hijau di Thailand akan memperluas kerja sama di sektor energi,” kata Punmeechaow.

“Tujuannya adalah untuk mendorong dan mengembangkan bahan bakar hidrogen di Thailand,” tambahnya.

Perjanjian ketiga ditandatangani oleh Kementerian Investasi Saudi dan Otoritas Pembangkit Listrik Thailand untuk mempromosikan transisi energi.

Kebijakan energi Thailand berfokus pada pengurangan ketergantungan pada gas alam dan bahan bakar fosil guna meningkatkan keamanan energi, dan mencapai target ambisiusnya memasok 30 persen listrik dari sumber terbarukan pada tahun 2037.

Kunjungan Putra Mahkota Saudi ke Thailand adalah momen bersejarah dalam hubungan Riyadh-Bangkok, yang terhenti pada 1980-an dan baru dipulihkan tahun ini, ketika Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengunjungi Arab Saudi atas undangan putra mahkota. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)