Arafah, Gunung Rahmat Saksi Khutbah Terakhir Rasulullah Disampaikan

Sebuah pemandangan udara menunjukkan Gunung Arafah, juga dikenal sebagai Jabal Al-Rahma (Gunung Rahmat), tenggara kota suci Saudi Mekah. (Foto: Media Centre Haji 2021)

Oleh: Rana Setiawan, Wartawan Kantor Berita MINA

Pada hari Senin, 19 Juli 2021 bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1422H, para jamaah menghabiskan hari di Gunung Arafah, juga dikenal sebagai “Gunung Rahmat” di Makkah, sebagai bagian dari puncak ibadah haji.

Pada 9 Dzulhijjah jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Sebagai rukun haji, wukuf merupakan kegiatan ibadah yang penting bahkan dapat disebut terpenting. Sah tidaknya berhaji ditentukan oleh berwukuf tidaknya ia di Arafah. Mereka yang sakitpun selama masih ada nafasnya dibawa ke tempat ini. Ia wukuf sebentar lalu kembali ke rumah sakit yang merawatnya.

Jamaah haji berharap dapat berdiri di Gunung Rahmat selama melakukan ibadah haji, melambangkan konsistensi mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang berdiri di atas gunung dan menyampaikan khutbah wada (khutbah terakhir) karena disampaikan saat beliau berhaji terakhir (hijjatul wada’).

Di Arafah ini juga turun ayat terakhir Alquran “Pada hari ini telah Aku sempurnakan Agama untuk kalian dan telah Aku cukupkan ni’mat-Ku kepada kalian, dan telah Aku ridloi Islam sebagai Agama kalian” (QS Al-Maidah 3). Kegiatan yang menyertai shalat, dzikir dan doa adalah khutbah.

Meskipun tahun ini dilakukan cukup ketat terkait pencegahan penyebaran Covid-19, ibadah haji terpantau lancar.

Di Masjid Namirah, para Jamaah haji akan melakukan shalat Dhuhur dan Ashar yang digabungkan dan dipersingkat.

Dalam rangkaian ibadah tersebut juga jamaah haji menghadiri khotbah haji, mengikuti jejak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang menyampaikan khutbah terakhirnya pada tanggal sembilan bulan yang sama 10 tahun setelahnya, hijrah dari Makkah ke Madinah.

Pada malam yang sama, para jamaah haji akan melakukan shalat Maghrib dan Isya (petang) yang dipersingkat dan digabungkan ketika mereka turun ke lembah Muzdalifah setelah berakhirnya hari Arafah.

Wilayah Arafah meliputi dataran terbuka dan Gunung Arafah, yang juga disebut Jabal Al-Rahma (Gunung Rahmat), yang lebarnya 300 meter dan tinggi 70 meter. Gunug Arafah salah satu bukit berbatu yang dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya sebelum pandemi. Gunung ini, salah satu tempat yang terkenal bagi dunia Islam.

Arafah dikelilingi oleh busur pegunungan dan Wadi Arana dan terletak di sebelah timur Mekah.

Arti umum dari kata Arafah dalam Bahasa Arab adalah tahu. Menurut ajaran Islam, setelah dibawa keluar dari Jannah dan ditempatkan di Bumi, Adam bertemu kembali dengan Hawa di tempat ini.(A/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)