Area Pembangunan Universitas Islam Internasional akan Dinetralisir

lahan pembangunan UII di Jalan Pemancar Cimanggis, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Pikiran Rakyat

Jakarta, MINA – Rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok disinyalir akan menjadi masalah dikarenakan saat ini banyak bangunan seperti rumah warga dan tempat usaha berdiri di sekitar lahan dimana UIII akan dibangun.

Menanggapi hal ini, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyebut nantinya lahan di Jalan Pemancar Cimanggis, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok akan dinetralisir.

“Permukiman itu nantinya akan direlokasi karena kawasan itu harus bersih. Presiden telah memberikan instruksi agar masalah lahan segera diselesaikan agar bisa segera digunakan. Lokasi pembangunan UIII akan berada di Depok di lahan milik RRI,” kata Nasir baru-baru ini seusai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta.

UII akan menggantikan lahan bekas pemancar RRI di Depok yang luasnya mencapai sekitar 127 hektare.

Meskipun begitu, Nasir menambahkan lahan yang digunakan hanya 20-30 persen, sisanya untuk infrastruktur atau untuk ruang hijau.

“Itu masih tahap persiapan dan yang bertugas adalah Kementerian Agama, sementara Kemenristek hanya membantu akademiknya,” tambah Menristekdikti.

Masalah perizinan program studi, menurut Nasir, akan diajukan oleh Kementerian Agama, nanti Kemenristekdikti akan membantu evaluasi. Kalau sudah setuju, sudah oke, tambah Nasir, langsung akan dibuka program studinya.

“UIII ini ditujukan untuk seluruh dunia, bagaimana Islam yang bisa memberikan manfaat bagi kita semua, yang bersifat toleran dan moderat, ini yang dipahamkan,” jelasnya.

Kemenristek, menurut Nasir, tidak membatasi jumlah program studinya, selama tetap berkonsentrasi pada pemberian Islamic studies atau pemberian bidang-bidang ilmu agama Islam.(R/RE1/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)