Area Perluasan Ketiga Masjidil Haram Sudah Tampung Total 19 juta Jamaah

Perluasan tahap ketiga Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi telah mampu menampung lebih dari 500.000 jamaah per jam.(Foto: SPA)

Jeddah, MINA – Hampir 19 juta orang beribadah di area perluasan ketiga Masjidil Haram di Makkah selama Ramadhan 1443H, Saudi Press Agency (SPA) melaporkannya yang dikutip MINA, Senin (2/5).

Direktur Administrasi Umum Arab Saudi untuk Proyek Perluasan Tahap Ketiga di Masjidil Haram, Walid Al-Masoudi, mengatakan perluasan tersebut telah menerima lebih dari 500.000 jamaah per jam dengan laju 250.000 jamaah di dalam area perluasan dan lebih dari 250.000 di alun-alun.

Dia menekankan, upaya ini berada di bawah arahan Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci dalam memenuhi aspirasi kepemimpinan Saudi.

Pada awal Ramadhan 1443H, sebanyak 80 aula baru yang merupakan bagian dari perluasan fase ketiga dibuka bagi jamaah untuk pertama kalinya.

Al-Masoudi mengatakan jamaah dibagi sepanjang hari-hari bulan suci tersebut di semua lantai gedung ekspansi, di lantai dasar, lantai pertama, mezzanine pertama, lantai dua, mezzanine kedua, balkon, dan alun-alun utara dan barat di sekitarnya.

Ketika Raja Abdulaziz menyatukan negara dan mendirikan Arab Saudi, dia menjadikan Dua Masjid Suci sebagai prioritas utama dan memastikan mereka mendapat perhatian khusus.

Pada 1926, ia memerintahkan renovasi total Masjidil Haram, termasuk perintah untuk menutupi seluruh lantai dengan marmer.

Setahun kemudian, menurut presidensi umum, Raja Abdulaziz memerintahkan agar tenda didirikan di mataf (tempat tawaf) untuk melindungi jamaah dari panas matahari. Dia juga memerintahkan agar Masa, daerah antara Safa dan Marwah di mana para peziarah berjalan di tempat yang dikenal sebagai Sa’i, diaspal dengan batu.

Ketika putranya Raja Saud menjadi raja, Masjidil Haram luasnya sekitar 28.000 meter persegi. Pada 1955, ia meluncurkan proyek ekspansi jangka panjang yang berlanjut selama hampir 10 tahun. Ukuran Masa ditingkatkan, dan area bawah tanah dan lantai lain ditambahkan.

Penerus Saud, Raja Faisal, melanjutkan pekerjaan perluasan dan pengembangan. Bangunan di sekitar Maqam Ibrahim dipindahkan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi jamaah saat mengelilingi Ka’bah.

Setelah Raja Khalid mengambil alih pada 1975, area Mataf diperluas dan trotoar batu Masa diganti dengan marmer Yunani tahan panas sehingga para jamaah dapat mengelilingi Ka’bah dengan lebih nyaman, terutama pada siang hari.

Pada 14 September 1988, Raja Fahd meletakkan batu fondasi untuk perluasan Masjidil Haram terbesar dalam 14 abad. Proyek ini meningkatkan ukurannya menjadi 356.000 meter persegi, ruang yang cukup untuk 1,5 juta jamaah untuk melakukan ritual mereka dengan nyaman. Dua menara ditambahkan ke tujuh yang ada.

Pemimpin Saudi keenam, Raja Abdullah, yang naik takhta pada 2005, memprakarsai proyek ekspansi besar lainnya. Ini termasuk peningkatan arsitektur, teknis, dan keamanan. Kapasitas area Mataf ditingkatkan dari sekitar 50.000 orang per jam menjadi lebih dari 130.000 untuk mengatasi meningkatnya jumlah jamaah haji dan umrah.

Total ruang yang dicakup oleh Masjidil Haram dan area terbuka serta fasilitasnya meningkat menjadi 750.000 meter persegi, dengan total biaya lebih dari SR80 miliar ($21,3 miliar).

Pada 2015, Raja Salman meluncurkan lima proyek besar yang dirancang untuk memungkinkan masjid menampung hampir 2 juta jamaah di situs tersuci bagu dalam Islam tersebut seluas 1,5 juta meter persegi. (T/R1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)