Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armada Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Bertolak ke Gaza dari Barcelona

Redaksi Editor : Ali Farkhan Tsani - 1 menit yang lalu

1 menit yang lalu

0 Views

Kapal Kemanusiaan "Madleen" Freedom Flotilla (Foto: Anadolu Agency)

Barcelona, MINA – Ratusan relawan internasional berkumpul di Barcelona, Spanyol, untuk memulai pelayaran Armada Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, armada sipil terbesar yang pernah digelar dengan tujuan menembus blokade Zionis Israel di Jalur Gaza.

Bertolak dari pelabuhan Barcelona pada Ahad (31/8), armada sekitar 100 kapal itu akan mengangkut bantuan kemanusiaan berupa makanan, air, dan obat-obatan, sekaligus menuntut dibukanya koridor kemanusiaan laut menuju Gaza yang sejak 2007 berada di bawah blokade penjajah Zionis Israel.

“Kami bukan pahlawan. Kami bukan cerita utamanya. Cerita sebenarnya adalah rakyat Gaza,” kata penyelenggara flotilla Thiago Ávila dalam konferensi pers di Barcelona, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Sebanyak 26.000 orang mendaftar untuk bergabung, namun hanya ratusan yang dipilih berdasarkan pelatihan khusus di markas serikat buruh UGT, gedung bersejarah yang pernah menjadi pusat pendaftaran relawan internasional pada Perang Saudara Spanyol.

Baca Juga: Survei: 60% Generasi Z di AS Dukung Hamas Dibanding Israel

Para relawan berasal dari berbagai negara, termasuk Argentina, Brasil, Jerman, Malaysia, Meksiko, Polandia, dan Amerika Serikat. Mereka terdiri atas aktivis, jurnalis, politisi, hingga seniman. Sementara delegasi Indonesia akan bertolak dari Tunisia pada awal September.

Semua peserta diwajibkan menandatangani kode etik ketat, yang menegaskan komitmen pada prinsip non-kekerasan. Dalam sesi pelatihan, mereka dipersiapkan menghadapi kemungkinan intersepsi di perairan internasional, penahanan, hingga deportasi.

Armada dijadwalkan berlayar dari Barcelona menuju Tunisia sebelum melanjutkan perjalanan dan bergabung dengan kapal-kapal lain dari Italia serta pelabuhan rahasia di Mediterania. Selanjutnya, seluruh kapal akan berlayar bersama menuju Gaza.

Penyelenggara menyadari ancaman besar menanti. Sejak 2010, seluruh upaya flotilla ke Gaza diintersep atau diserang pasukan penjajah Zionis Israel. Tragedi terparah terjadi pada Gaza Freedom Flotilla tahun 2010, ketika 10 aktivis sipil tewas akibat serangan komando Israel di perairan internasional.

Baca Juga: Demo di Berbagai Negara Kecam Agresi Pendudukan Zionis Israel

Pada Juni 2025 lalu, kapal Madleen yang membawa aktivis iklim Greta Thunberg juga dicegat Israel sekitar 185 kilometer sebelah barat Gaza. Seluruh awak kapal ditahan atau dideportasi.

Bagi para relawan, risiko tersebut tidak menghalangi tekad mereka. Luna Valentina, aktivis berusia 24 tahun asal Kolombia yang kini tinggal di Yordania bersama suami pengungsi Palestina, mengatakan ia berangkat demi masa depan yang lebih adil.

“Saya percaya siapa pun yang masih memiliki hati akan merasakan kematian kecil di dalam dirinya setiap kali seorang anak di Gaza meninggal,” ujarnya.

Dukungan juga terlihat di Barcelona. Sejak Jumat (29/8), ratusan warga memenuhi kawasan Moll de la Fusta dalam festival musik, seni, dan budaya. Ribuan bendera Palestina berkibar diiringi tabuhan drum, menandai solidaritas masyarakat Eropa terhadap penderitaan rakyat Gaza.

Baca Juga: UNRWA Desak Gencatan Senjata Mendesak di Gaza: “Setiap Jam Sangat Berharga”

Lebih dari 63.000 warga Gaza dilaporkan tewas dalam konflik hampir dua tahun terakhir, dengan puluhan ribu lainnya luka-luka atau hilang. Organisasi kemanusiaan internasional menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, dengan membatasi masuknya bantuan.

Bagi Ávila, yang baru saja menjadi ayah, keberangkatan flotilla ini merupakan warisan perjuangan. “Saya mencintai putri saya, sebagaimana para orang tua di Gaza mencintai anak-anak mereka. Karena cinta itu, kami tidak bisa membiarkan dunia seperti ini terus berlangsung,” katanya.

Meski belum pasti apakah kapal-kapal ini dapat mencapai pesisir Gaza, Global Sumud Flotilla telah menjadi simbol kuat solidaritas global dan seruan mendesak agar blokade Israel segera diakhiri. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: UE Didesak Ambil Tindakan Riil terhadap Israel, Irlandia: Kecaman Saja Tidak Cukup

Rekomendasi untuk Anda