AS AKAN BEKERJASAMA DENGAN PALESTINA

Kabinet Palestina Bersatu
Kabinet Palestina Bersatu
Photo : Kabinet Pemerintahan Baru Palestina

Washinton, 6 Sya’ban 1435/3 Juni 2014 (MINA) – Amerika Serikat mengatakan pihaknya berencana bekerjasama dengan pemerintah persatuan Palestina yang baru dibentuk pada hari Senin

Deperteman Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan, “Berdasarkan apa yang kita ketahui sekarang, kami bermaksud bekerjasama dengan pemerintah Palestina,” seperti dilaporkan Press Tv diberitakan Mir’aj Islamic News Agency (MINA), Selasa.

Sebelumnya, kabinet baru pemerintah persatuan Palestina disumpah sebelum bertindak Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat.

Kabinet tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Rami Hamdallah  saat ini dan memiliki 17 menteri, sedikitnya sembilan dari mereka pendatang baru.

“Kami akan terus evaluasi terhadap komposisi dan kebijakan pemerintah yang baru, dan jika diperlukan, kita akan mengkalibrasi ulang pendekatan kami,” tambah Psaki.

Langkah AS dipandang sebagai pukulan terhadap rezim Israel, yang telah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak mengakui pemerintahan baru Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pada Ahad (1/6) bahwa dunia tidak harus mengakui pemerintah persatuan Palestina.

“Saya menyerukan kepada semua elemen yang bertanggungjawab dalam komunitas internasional untuk tidak terburu-buru untuk mengakui pemerintahan Palestina bahwa Hamas adalah bagian darinya,” kata Netanyahu pada pertemuan kabinet itu.

Selanjutnya pada Senin, Tel Aviv menyatakan, kekecewaan atas langkah Washington. “Kami sangat kecewa dengan Departemen Luar Negeri mengenai bekerjasama pemerintah persatuan Palestina,” kata seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya setelah pengumuman oleh Washington.

Parlemen Palestina bentukan baru diharapkan dapat memulai kegiatan bulan depan.

Para pemimpin Hamas dan Fatah memuji pembentukan pemerintah baru setelah upacara singkat yang berlangsung di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Hamas dan Fatah sepakat untuk mengakhiri perselisihan mereka dan mendamaikan pada akhir April.

Langkah ini membuat marah Tel Aviv yang menanggapi mengakhiri apa yang disebut pembicaraan damai dengan PA. (T/P012/EO2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0