New York, MINA – Amerika Serikat dilaporkan mengancam akan mencabut visa delegasi Palestina Riyad Mansour apabila tidak mengundurkan diri dari pencalonan posisi pimpinan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ancaman tersebut memicu sorotan internasional karena dinilai sebagai bentuk tekanan politik terhadap upaya palestina/">diplomasi Palestina di forum global.
Menurut laporan diplomatik yang beredar, Washington meminta delegasi Palestina menarik pencalonan mereka untuk posisi strategis di Majelis Umum PBB. Anadolu melaporkan, Jumat (22/5)
Pemerintah AS disebut khawatir langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi politik Palestina di tingkat internasional di tengah meningkatnya dukungan global terhadap pengakuan palestina/">negara Palestina.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Delegasi Palestina hingga kini belum memberikan sinyal akan mundur dari pencalonan tersebut. Sejumlah diplomat Palestina justru menilai tekanan AS menunjukkan adanya upaya membatasi hak Palestina untuk berpartisipasi secara setara dalam lembaga internasional.
Mereka menegaskan keanggotaan dan partisipasi Palestina di PBB merupakan bagian dari perjuangan diplomatik yang sah menurut hukum internasional.
Ancaman pencabutan visa juga memunculkan kritik dari sejumlah negara anggota PBB dan kelompok hak asasi manusia. Banyak pihak menilai penggunaan kebijakan visa sebagai alat tekanan politik dapat merusak prinsip independensi diplomasi internasional dan mengganggu mekanisme kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai forum multilateral.
Isu tersebut muncul di tengah meningkatnya dukungan internasional terhadap Palestina pasca memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, dan Asia semakin aktif mendorong pengakuan terhadap palestina/">negara Palestina serta mendesak penghentian agresi Israel di wilayah Palestina.
Hubungan AS dan Palestina sendiri terus mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait dukungan Washington terhadap kebijakan Israel.
Ancaman terbaru terhadap delegasi Palestina di PBB dapat memperburuk citra AS di mata komunitas global yang kini semakin menaruh perhatian terhadap hak-hak rakyat Palestina dan penyelesaian konflik secara adil. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic