Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Buka Peluang Saudi Kembangkan Program Nuklir

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 22 Juli 2026 - 15:36 WIB

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:36 WIB

26 Views ㅤ

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Foto: Emirates Nuclear Energy Corporation)

Washington, MINA – Amerika Serikat dikabarkan tengah membuka peluang bagi Arab Saudi untuk mengembangkan program nuklir sipil sebagai bagian dari pembahasan kerja sama strategis kedua negara.

Rencana tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (22/7).

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut pembicaraan mengenai kerja sama nuklir kembali mengemuka dalam agenda hubungan bilateral Washington dan Riyadh.

Program yang dibahas disebut berfokus pada pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pembangkitan listrik dan pengembangan teknologi sipil, dengan tetap berada di bawah pengawasan serta standar keselamatan internasional.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Namun, wacana tersebut memunculkan kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi perlombaan senjata di kawasan. Kemampuan pengayaan uranium yang dimiliki suatu negara, meskipun diklaim untuk kepentingan sipil, berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak disertai mekanisme pengawasan yang ketat.

Isu ini menjadi semakin sensitif mengingat program nuklir Iran selama bertahun-tahun telah menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat.

Arab Saudi sebelumnya telah menyatakan keinginannya mengembangkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Pemerintah Riyadh juga menegaskan bahwa seluruh program nuklirnya akan mengikuti ketentuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Meski demikian, kerajaan tersebut pernah menyatakan akan mempertimbangkan langkah serupa jika Iran berhasil memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Bagi Amerika Serikat, kerja sama nuklir dengan Arab Saudi juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis di kawasan Timur Tengah.

Selain kerja sama pertahanan dan energi, Washington berupaya menjaga pengaruhnya di kawasan yang kini juga menjadi arena persaingan geopolitik dengan Rusia dan China.

Di sisi lain, pembahasan tersebut disebut berkaitan dengan upaya memperluas normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel, meski prosesnya masih menghadapi berbagai kendala akibat konflik di Gaza.

Rencana kerja sama nuklir itu diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam diplomasi Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Sejumlah negara dan lembaga internasional diharapkan terus mengawasi perkembangan tersebut agar pemanfaatan teknologi nuklir tetap berada dalam koridor damai, tidak memicu perlombaan persenjataan, serta mendukung stabilitas kawasan yang masih dibayangi berbagai konflik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

Rekomendasi untuk Anda