AS dan Iran Akan Sampaikan Visi Keamanan Masing-masing di PBB

New York, MINA – Amerika Serikat dan Iran akan mengedepankan visi keamanan mereka di Timur Tengah kepada Majelis Umum PBB pekan ini.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan berpidato pada pertemuan para pemimpin dunia itu pada hari Selasa, dan Presiden Iran Hassan Rouhani yang hari berikutnya. Al Jazeera melaporkan, Senin (23/9).

Ketegangan terus membara di Timur Tengah, terutama setelah serangan terhadap ladang-ladang minyak Arab Saudi dan pertukaran retorika antara Washington dan Teheran, walau dengan retorika melunak dari biasanya.

Kedua pemimpin itu mengulurkan harapan untuk diplomasi, dengan Trump mengatakan bahwa ia adalah “orang yang sangat fleksibel “dan Rouhani mengulurkan “tangan persahabatan dan persaudaraan” terhadap tetangga regionalnya. Lanjut Al Jazeera.

Pada Ahad, Trump membuka kemungkinan pertemuan tidak terjadwal dengan Rouhani di sela-sela sidang Majelis Umum PBB.

“Tidak ada yang pernah di atas meja, sepenuhnya, dan saya tidak punya niat untuk bertemu dengan Iran. Namun itu tidak berarti itu tidak bisa terjadi,” kata Trump.

“Saya orang yang sangat fleksibel, tapi kami tidak punya niat. Itu tidak diatur,” lanjutnya.

Christiane Amanpour dari CNN mengunggah di twiter bahwa Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan kepadanya dalam sebuah wawancara bahwa Rouhani bersedia untuk bertemu Trump di New York pekan ini “asalkan Presiden Trump siap untuk melakukan apa yang diperlukan”.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Ahad, yang menandai peringatan perang Iran-Irak tahun 1980, Rouhani mengatakan bahwa Iran memperluas “tangan persahabatan dan persaudaraan” ke negara-negara tetangga untuk mengamankan Teluk dan Selat Hormuz sebagai gerbang vital industri minyak global.

Namun presiden Iran juga memperingatkan pasukan asing untuk “menjauh” dari kawasan itu.

“Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan rasa tidak aman bagi rakyat kita dan bagi wilayah kita,” kata Rouhani. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)