AS Desak Oman Buka Wilayah Udara untuk Pesawat Israel

Pesawat Israel El Al. (Foto: Istimewa)

Washington, MINA – Amerika Serikat mendesak Oman untuk membuka wilayah udaranya buat penerbangan pesawat Israel tapi Oman masih kurang menanggapi.

Hal itu terungkap dalam diskusi yang diadakan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, Menteri Luar Negeri AS, Tony Blinken, pekan lalu, dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, Middle East Monitor melaporkan, Kamis (17/11).

Dalam kunjungan Menlu Oman ke Washington pekan lalu, untuk pertama kalinya dilakukan dialog strategis dan beberapa isu lain termasuk Yaman dan keamanan regional.

Pejabat Amerika dan Israel berharap kemajuan yang dibuat selama pembicaraan di AS pekan lalu akan membuka jalan bagi Oman untuk membuka wilayah udaranya bagi maskapai penerbangan Israel.

Pada hari Selasa (15/11), media Israel melaporkan pertemuan rahasia seorang pejabat senior Israel dengan Al-Busaidi untuk membahas hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama regional. Mereka juga membahas masalah pembukaan wilayah udara Oman, “namun sejauh ini belum ada terobosan”.

Pada bulan Juli, Arab Saudi memberikan izin kepada maskapai penerbangan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk penerbangan ke timur, India dan China.

Menurut pejabat AS dan Israel, tanpa izin serupa dari Oman, jalur penerbangan maskapai Israel diblokir, dan sebagian besar langkah Saudi menjadi tidak berarti.

Pada tahun 2018, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat itu mengunjungi Kesultanan Oman dan memperoleh komitmen dari mendiang Sultan Qaboos bin Said untuk mengizinkan maskapai penerbangan Israel menggunakan wilayah udara Oman. Tetapi, setelah kematian Qaboos, Sultan Haitham bin Tariq saat ini mundur dari keputusan tersebut.

Kesultanan Oman menolak untuk bergabung dengan perjanjian normalisasi Abraham Accords dengan Israel, meskipun tetangganya, UEA dan Bahrain, telah menandatanganinya.

Baru-baru ini, Al-Busaidi mengungkap posisi negaranya dalam membangun hubungan normal dengan Israel, dengan menyerukan penyelesaian yang adil atas masalah Palestina.(T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)