AS Dukung Gencatan Senjata di Idlib Suriah

Washington, MINA – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/8) menyambut positif dan mendukung atas laporan kesepakatan gencatan senjata di barat laut Suriah, khususnya di provinsi Idlib dan sekitarnya.

“Amerika Serikat percaya bahwa tidak akan ada solusi militer untuk konflik Suriah dan hanya solusi politik yang dapat menjamin masa depan yang stabil dan aman bagi semua warga Suriah,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagos dalam sebuah pernyataan yang dikutip Arabi 21.

Daerah itu, yang meliputi provinsi Idlib dan bagian-bagian provinsi terdekat Hama, adalah kubu besar terakhir oposisi bersenjata terhadap presiden rezim Bashar al-Assad, yang berjanji untuk memulihkan semua wilayah Suriah.

Departemen Luar Negeri AS menyambut berita gencatan senjata di barat laut Suriah dan menyerukan diakhirinya serangan terhadap warga sipil.

Dia menekankan, satu-satunya jalan yang memungkinkan untuk solusi politik adalah proses politik yang dipimpin PBB di Jenewa, termasuk reformasi konstitusi dan pemilihan yang diawasi PBB.

Ortagos mencatat bahwa hal itu mendukung tugas utusan khusus PBB Gedersen dan PBB untuk mendorong proses yang dipimpin Suriah yang akan ada. Akhir yang damai dan solusi politik untuk menyelesaikan konflik.

Departemen Luar Negeri AS memuji upaya Turki dan Rusia yang telah mewujudkan gencatan senjata yang dicapai pada September 2018.

Media Suriah melaporkan pekan lalu, gencatan senjata akan dimulai dari Kamis malam, asalkan pejuang oposisi mematuhi ketentuan-ketentuan perjanjian de-eskalasi yang ditengahi oleh Rusia dan Turki tahun lalu.

“Lebih dari 400 warga sipil tewas dalam eskalasi sejak akhir April, dan lebih dari 440.000 telah terlantar,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). (T/B05/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)