AS Hentikan Semua Pendanaan PBB untuk Pengungsi Palestina

Ramallah, MINA – Amerika Serikat (AS) pada Jumat (31/8) menghentikan semua pendanaan ke sebuah badan PBB yang membantu pengungsi Palestina. Keputusan itu semakin mempertajam ketegangan antara pemimpin Palestina dan pemerintahan Donald Trump.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keputusan itu sebagai “serangan terbuka terhadap rakyat Palestina dan perlawanan terhadap resolusi PBB.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengkritisi model bisnis dan praktik fiskal Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

“Pemerintah telah secara hati-hati meninjau masalah ini dan memutuskan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan kontribusi tambahan kepada UNRWA,” ujarnya dalam sebuah pernyataan sepertiga dilansir Arab News yang dikutip MINA, Sabtu.

Pengumuman terbaru datang sepekan setelah pemerintah mengatakan akan mengalihkan US$ 200 juta dana dukungan ekonomi Palestina untuk program di Tepi Barat dan Gaza.

Juru bicara UNRWA, Chris Gunness menyuarakan “penyesalan dan kekecewaan mendalam” pada keputusan AS tersebut, yang menurutnya mengejutkan mengingat bahwa perjanjian pendanaan AS bulan Desember telah mengakui manajemen UNRWA yang sukses.

“Kami menolak dalam level kritik yang paling keras bahwa sekolah, pusat kesehatan, dan program bantuan darurat UNRWA adalah cacat tak terselamatkan,” Gunness menambahkan dalam serangkaian komentar di Twitter.

Agensi berusia 68 tahun itu mengatakan UNRWA menyediakan layanan kepada sekitar 5 juta pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah dan Tepi Barat dan Gaza.

Sebagian besar adalah keturunan orang-orang yang diusir dari rumah mereka atau melarikan diri dari pertempuran dalam perang 1948 yang berujung pada berdirinya negera Israel.

Presiden Donald Trump dan para pembantunya mengatakan mereka ingin memperbaiki keadaan Palestina, serta memulai negosiasi tentang perjanjian damai Israel-Palestina.

Tetapi di bawah Trump, Washington telah mengambil sejumlah tindakan yang telah mengasingkan orang-orang Palestina, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah itu membalikkan kebijakan lama AS dan membuat pemimpin Palestina untuk memboikot upaya perdamaian Washington yang dipimpin oleh Jared Kushner, penasehat sekaligus menantu Trump.

Amerika Serikat membayar US$ 60 juta kepada UNRWA pada bulan Januari, menahan US$ 65 juta lainnya, dari yang dijanjikan US$ 365 juta untuk tahun ini. (T/R11/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)