AS Jatuhkan Sanksi kepada Jaringan Uang di Iran yang Danai Houthi Yaman

Washington, MINA – Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (10/6) memberi sanksi kepada anggota jaringan penyelundupan yang menurut pejabat AS membantu mendanai Korps Pengawal Revolusi Islam Iran dan pejuang Houthi di Yaman.

Pejabat keuangan mengatakan, jaringan tersebut yang diduga dipimpin oleh pemodal Houthi yang berbasis di Iran, Sa’id al-Jamal, mengarahkan dana dari penjualan minyak Iran melalui jaringan perantara yang kompleks dan pertukaran rumah di beberapa negara kepada Houthi di Yaman.

Andrea Gacki, Direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dukungan keuangan jaringan itu memungkinkan serangan Houthi mengancam infrastruktur sipil di Yaman dan Arab Saudi.

“Serangan-serangan ini merusak upaya untuk mengakhiri konflik dan, yang paling tragis, membuat puluhan juta warga sipil tak berdosa kelaparan,” kata Gacki, demikian Al Jazeera melaporkan.

Perang yang dipicu pada tahun 2014 ketika pemberontak Houthi mengusir pemerintah yang didukung Saudi dari ibu kota Sanaa, telah menjadikan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Menurut PBB, lebih dari 20 juta orang membutuhkan bantuan dan empat juta telah mengungsi dari rumah mereka. Sementara puluhan ribu orang telah meninggal.

Presiden AS Joe Biden telah menyerukan diakhirinya perang proksi di Yaman antara Arab Saudi dan Iran. Ia mengarahkan para pejabat AS untuk mencari resolusi diplomatik atas konflik tersebut.

“Amerika Serikat sedang bekerja untuk membantu menyelesaikan konflik di Yaman dan memberikan bantuan kemanusiaan yang langgeng kepada rakyat Yaman,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan hari Jumat (11/6).

“Sudah waktunya bagi Houthi untuk menerima gencatan senjata dan bagi semua pihak untuk melanjutkan pembicaraan politik,” kata Blinken.

Pada bulan Februari, AS mengumumkan akan mengakhiri “semua dukungan Amerika untuk operasi ofensif dalam perang di Yaman, termasuk penjualan senjata yang relevan” meskipun Biden mengatakan, dia akan terus “membantu Arab Saudi untuk mempertahankan kedaulatannya.” (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)