AS KECAM PEMILIHAN PRESIDEN SURIAH

SYRIA-CONFLICT-POLITICS-VOTE
SYRIA-CONFLICT-POLITICS-VOTE
Pemilih Suriah menunjukkan surat suara. (LOUAI BESHARA/AFP/Getty Images)

Washington, 6 Rajab 1435/4 Juni 2014 (MINA) – Amerika Serikat (AS) mengecam pemilihan presiden Suriah dengan mengatakan keputusan Presiden Bashar Al-Assad untuk menyelenggarakan pemilihan adalah “aib”.

“Pemilihan presiden hari ini di Suriah adalah aib,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf kepada  wartawan di Washington, Selasa (3/6).

“Bashar Al-Assad tidak memiliki kredibilitas lebih di hari ini daripada kemarin,” kata Harf.

Suriah Barat yang mendukung oposisi juga menolak pemilihan presiden tersebut dan menyebutnya “lelucon”.

“Pihak oposisi mengatakan ini adalah sebuah lelucon, mereka tidak mengakui pemilu ini. Mereka mengatakan cara itu tidak sah saat perang saudara berkecamuk di negeri ini, di mana diselenggarakan oleh presiden yang justeru ingin mereka gulingkan,” lapor wartawan Al Jazeera dari perbatasan Al Masnaa di Lembah Bekaa, Libanon.

Hari Selasa, rakyat Suriah memberikan suara mereka dalam pemilu yang akan menentukan presiden negara berikutnya untuk tujuh tahun mendatang.

Menurut Press TV yang dikutip MINA, voting diperpanjang lima jam karena tingginya partisipasi pemilih.

Lebih dari 15 juta warga Suriah memiliki hak pilih di lebih dari 9.000 lokasi pemilihan di seluruh wilayah yang dikuasai pemerintah.

Pemilihan hanya terjadi di wilayah yang dikuasai pemerintah.

Televisi Suriah menunjukkan Assad memberikan suara di sebuah sekolah di lingkungan al- Maliki Damaskus. Ia ditemani istrinya, Asma.

Assad menghadapi dua pesaing yang kurang dikenal, yaitu Maher al-Hajjad dan Hassan al-Nuri.

Pemungutan suara berlangsung di saat perang terus berlanjut dengan angkatan udara membombardir daerah oposisi di Aleppo dan pertempuran sengit di Hama, Damaskus, Idlib, dan Daraa. Pengamat dari negara-negara sekutu rezim seperti Korea Utara, Iran dan Rusia, ikut mengawasi jalannya Pemilu.

pemilu, sementara pengamanan diberlakukan di kota-kota Suriah untuk mencegah kemungkinan adanya serangan terhadap pemilih dan TPS.

Suriah telah dicengkeram kekerasan mematikan sejak Maret 2011. Lebih 160.000 orang dilaporkan tewas dan jutaan mengungsi. (T/P09)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0